September 2019 - aniskhoircom | a personal blog by Anis Khoir parenting relationship lifestyle

Sabtu, 28 September 2019

Resensi Novel Hati Suhita : Tentang Cinta Segitiga dan Keikhlasan
Novel hati suhita

Beberapa bulan lalu, grup WA-ku ramai dengan obrolan tentang cerita bersambung di beranda media sosial. Awalnya saya kurang tertarik, paling kisah cinta yang diawali kesedihan kemudian happy ending pada diakhir. Sebuah alur yang mudah ditebak. Namun karena virus semakin menyebar, tak hanya di Grup WA-ku saja, beberapa friendlist media sosial turut menmbagikan juga. Mau gak mau jiwa kepo sayapun mencari tahu. Saya juga ikutan menjadi pembaca kisah Alina Suhita, Albirruni dan Dewi Rengganis. 
baca juga : Review film Sing
Dari tulisan beberapa episode yang di share di media social dengan antusias luar biasa, kemudian membawa novel ini naik cetak menjadi buku yang berjudul Hati Suhita. Terbukti dari beberapa kali pre order di akun resmi penjualannya cepat sekali ludes.Cerita yang mengambil latar belakang pondok pesantren ini seolah banyak mewakili para santri. Tidak mengherankan jika teman-teman saya kemudian banyak yang membelinya. Dan saya yang meminjamnya, hahaha 

Alina Suhita 

Digambarkan sebagai wanita Jawa yang kalem, cerdas dan taat. Alina Suhita merupakan cerminan dari seorang Ning (panggilan bagi putri Kyai Jawa ). Sejak kecil Alina Suhita yang merupakan putri Kyai juga sudah dijodohkan dengan anak kyai daripesantren lain. Justru inilah yang menjadi konflik bagi Suhita. Terutama menghadapi suaminya yang tidak mencintainya. Bahkan sejak awal dikenalkan dengan Suhita yang kala itu masih MTs, calon suaminya lebih banyak cuek terhadap Alina Suhita. Setelah menikahpun dalam usia pernikahan 7 bulan, suaminya belum melaksanakan tugas sebagai suami istri yang sah. Apalagi didapatinya sang suami masih memiliki hati kepada wanita lain, teman suaminya di pergerakan. Namun, kedekatannya dengan sang mertua serta diam-diam Suhita juga mencintai Gus Biru menjadi alasannya untuk bertahan. 


Abu Rayyan Albirruni 

Atau yang lebih dikenal dengan Gus Birru merupakan putra satu-satunya dari Kyai Hannan yang merupakan pengasuh pondok pesantren dengan ribuan santri. Gus Biru digambarkan sosok yang ganteng, tinggi, tegap dan cerdas. Sebagai tipe “pencari mangsa” Gus Biru tidak menyetujui perjodohan. Apalagi dalam setiap orasinya dan dikenal dikalangan aktivis Gus Biru selalu menyuarakan kebebasan. Sikap Gus Biru yang lebih tertarik dipergerakan dari pada mengembangkan pondok pesantrennya memaksa orang tuanya mencari menantu yang siap diamanahi tugas besar itu yaitu Alina Suhita. 

Ratna Rengganis 

Ratna Rengganis digambarkan seorang wanita modern yang cantik, cerdas dan supel. Sebagai seorang aktivitis dan penulis, Ratna Rengganis kerap juga melakukan pendampingan di LSM. Karier kepenulisannya kian sukses ketika mendapatkan support dari Gus Biru. Gus Biru merupakan orang yang bisa diajak diskusi apa saja dengan Ratna Rengganis sehingga bunga cintapun tumbuh diantara mereka. Namun cinta mereka yang tidak direstui karena Gus Biru sudah dijodohkan sehingga harus merelakan orang yang dikasihinya menikah dengan orang lain. Keberadaan Ratna Rengganis dengan Gus Biru yang satu organisasi membuat perasaannya kian terluka. 
baca juga : Pendidikan karakter anak melalui cerita Naila dan Nafa
Secara garis besar saya menikmati novel Hati Suhita ini. Selain menyuguhkan cerita cinta segitiga juga banyak memberikan pengetahuan tentang budaya di pondok pesantren. Banyak juga tentang filosofi pewayangan yang bisa diambil pelajaran dengan bahasa yang ringan. 
Judul : Hati Suhita
Penulis : Khilma Anis
Editor : Akhiriyati Sundari
Penyunting : Asfi Diyah
Penerbit : Telaga Aksara Rt Mazaya Media
Terbit : Maret 2019
Tebal : 406 halaman
Genre : Fiksi, Romance religi
ISBN : 978-0602-51017-4-8

Minggu, 22 September 2019

Mengenal Osteothritis dan Cara Pengobatannya
Pengobatan osteoarthristis
Pernah menemui orang yang lututnya sakit sehingga jika jalan harus terhutung-huyung? Saya hampir tiap hari menemuinya, karena nenek saya yang mengalaminya. Nenek saya mengalami lutut yang kadang sakit sekali sehingga untuk berjalanpun mengalami kesusahan. Ketika diperiksa ternyata nenek mengalami radang sendi lutut atau osteoarthritis. 

Apa sih Osteoarthitis 

Osteoarthritis sebenarnya merupakan proses degenerasi yang menyebabkan peradangan tulang rawan dan sibovial. Penipisan inilah yang menyebabkan rasa sakit dan kesulitan bergerak bebas. Biasanya sendi yang sering mengalami osteoarthritis adalah sendi tangan, lutut, pinggul dan tulang punggung. 
baca juga : barang yang dibawa untuk menjenguk orang sakit
Osteoarthritis ini biasanya terjadi karena beberapa factor seperti dibawah ini : 

1. Usia. Semakin tua usia sesorang resiko terkena osteoarthritis semakin besar, biasanya usia yang paling beresiko yaitu 50 tahun ke atas. 

2. Jenis kelamin. Wanita lebih beresiko mengalami osteoarthritis dari pada pria. 

3. Cedera sendi juga memiliki pengaruh terhadap terkena osteoarthristis 

4. Obesitas. Sebagian berat badan seseorang membuat resiko terkena osteoarthristis semakin besar 

5. Genetika. Factor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami osteoarthristis 

Gejala Osteoarthristis 

Gejala osteoarthristis biasanya muncul secara bertahap. Pada awalnya sendiri terasa sakit dan kemudian sulit digerakkan. Untuk letak sendinya sendiri berbeda- beda lokasi tempat osteoarthristis terjadi. Namun secara umum gejala osteoarthristis juga diikuti dengan gejala : 

1. Sendiri menjadi tidak lentur 

2. Sendi bersuara ketika digerakkan 

3. Otot melemah 

4. Masa otok berkurang 

5. Jika terjadi di tangan, ada kemungkinan ada benjolan dan bengkak disekitar jari. Selain itu jari secara berlahan juga akan mengamai pembengkokan. 

Pengobatan osteothritis 

Seseorang yang mengalami osteothritis tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya sebagai pengurang gejalanya saja. Dan gejala tersebut jika mendapatkan penanganan yang tepat akan perlahan menghilang seiring waktu berjalan. Adapun cara berikut dapat mengurangi gejala yang dialami oleh seseorang yang mengalami osteothritis : 

1. Rajin berolahraga 

2. Menjaga berat badan sehingga tidak sampai terjadi obesitas 

3. Menjadi terapi okupasi 

4. Menggunakan alat khusus yang berfungi sebagai alat bantu berdiri 

5. Mengkonsumi obat-obatan khusus seperti pereda rasa nyeri juga obat anti depresen 

Untuk kondisi osteothritis masih tahap ringan berbagai cara pengobatan diatas mengkin bisa membantu. Namun jika kondisi telah parah, maka harus konsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk menjalani prosedur- prosedur tertentu misalkan suntik kortikosteroid atau bahkan tindakan operasi penggantian sendi yang rusak. 
baca juga : kunci sabar merawat orang tua sakit
Biasanya pada stadium 4 atau kondisi osteothritis yang parah operasi penataan tulang harus dilakukan. Prosedurnya dengan memotong tulang diatas atau dibawah sendi. Juga operasi ini menggeser titik tulang taji semakin membesar. Apabila kondisi sudah parah sekali, artoplasti akan dilakukan yaitu mengganti seluruh lutut/ sendi dengan perangkat logam atau platik. 

Untuk pengobatan osteoarthristis dengan cara operasi lutut tentu harus mencari dokter yang berpengalaman. Ketika sudah menghubungi dokter disekitar tempat tinggal dan perlu dokter lain untuk pertimbangan , maka bisa menghubungi dokter.my 
bac juga : lakukan segera untuk gejala kanker rahim
Mengapa harus dokter.my 

Dokter.my bisa menjadi pilihan karena rumah sakit rekanannya telah berpengalaman selama 20 tahun dalam operasi lutut. Selain itu teknik yang digunakan dalam operasi lutut menggunakan minimal invasive subvatussehingga lebih cepat sembuh. Dan yang terpenting meskipun pelayanan pasien yang didapatkan prima harga operasi dan perawatan relative murah.

Kamis, 19 September 2019

Tanda dan Cara Mengatasi Speech Delay Pada Anak
Speech delay
Beberapa hari lalu saya bertemu dengan saudara jauh. Kebetulan kami sama-sama memiliki balita sehingga sharing dengan perkembangan masing-masih anak. Dari cerita saudara tadi, sang anak yang hampir satu setengah tahun belum bisa mengucapkan kata. Ketika meminta sesuatu dengan menunjuk sambil berucap “ehm”. Secara tersirat, sang ibu ketakutan dengan kondisi anaknya. Dibenaknya jangan-jangan sang anak mengalami speech delay sehingga mengakibatkan lambatnya anak dapat berbicara.

Banyak yang percaya jika anak cepat bisa berjalan maka akan mengalami keterlambatan dalam bicara, atau bisa juga sebaliknya. Padahal Menurut Psikiater konsultan Anak dan Remaja dr. Anggia Hapsari anak-anak memiliki rentang waktu untuk dapat menguasai tahap perkembangannya sehingga tidak perlu menunggu satu tahapan selesai baru tahap berikutnya. Masih menurut dr. Anggia Hapsari bahwa kemampuan berbicara akan muncul pada anak usia 12-13 bulan yang ditunjukkan dengan mengucapkan satu kata, misalnya “bu, mama dan lainnya. Jadi jika jauh melebihi usia tersebut dan anak belum menujukkan kemampuan bahasanya maka perlu diwaspadai anak mengalami speech delay.
baca juga : 6 cara sederhana mengajari anak bicara
Kemampuan bahasa bagi anak memiliki peranan penting bagi tahap perkembangan selanjutnya. Bahkan kecerdasan berbahasa menjadi tolak ukur perkembangan baik intelektual maupun kognitifnya. Seorang anak yang mengalami keterlambatan bicara cenderung tidak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan sehingga menyebabkan depresi, kecemasan dan tidak nyaman. Tentu jika hal itu berlarut-larut akan berpengaruh pada masa perkembangan anak.

Untuk mengetahui anak mengalami speech delay atau tidak, maka harus mengetahui tanda- tandanya. Secara garis besar sesuai dengan usia anak, maka ciri ana dengan speech delay yaitu :

1. Pada usia 12 bulan tidak mengikuti gerakan atau mendengarkan orang yang merawatnya.

2. Pada usia 18 bulan anak tidak mengatakan satu katapun

3. Pada usi 2 tahun mengatakan sesuatu hanya beberapa kata dan lebih dominan menujuk ketika menyatakan keinginan

4. Pada usia 2,5 tahun berbicara masih terbata-bata dan sulit mengatakan keinginannya

5. Pada usia 3 tahun orang lain cenderung tidak paham apa yang dibicarakan oleh anak

Jika anak mengalami tanda- tanda diatas, dan terdeteksi Speech Delay maka yang perlu dilakukan yaitu :

1. Sering mengajaknya bermain. Mengajak bermain jelas tidak sama dengan memberi mainan. Mengajak bermain berarti mengajak anak berinteraksi dua arah serta memperbanyak kosa kata ketika proses bermain. Jadi orang tua benar- benar ikut main selayaknya menyelami dunia anak.

2. Mengajak anak sering bercerita, bernyanyi, serta bermain dengan teman sebayanya. Semakin banyak kosakata yang anak dapatkan melalui berinteraksi dengan orang lain, maka semakin melatih anak untuk berbicara

3. Melatih anak untuk mengucapkan kata-kata konsonan

Jika anak sudah terdeteksi mengalami speech delay, maka yang harus dilakukan orang tua yaitu menstimulasi hal diatas sesering mungkin. Namun, tidak semua orang tua bisa melakukannya karena bisa juga sibuk bekerja atau keterbatasan lainnya. Maka sebagai Startup yang dirancang khusus memberikan program stimulasi dan intervensi dalam tumbuh kembang anak, dini.id bisa menjadi solusi. Dini.id memadukan teknologi, psikologi, orang tua, dan tim ahli sehingga mumpuni dalam masalah tumbuh kembang anak.

Dini.id berusaha memberikan yang terbaik dengan memiliki beberapa program sebagai solusi terbaik anak yang mengalami speech delay, yaitu :

1. Online free assessment. Melalui assessment tersebut dapat mengindentifikasi keterlambatan bicara pada anak sehingga nantinya mendapat penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannnya.

2. Observasi oleh tim ahli. Dengan mendatangi playground mitra, akan ada observasi secara berkala dari tim ahli sehingga anda mendapatkan stimulasi secara optimal.

3. Program stimulasi dan intervensi yang dilakukan di playground mitra dengan tujuan mengaktifkan neuron dalam otak yang bertujuan meningkatkan perkembangan kognitif anak.

Dengan mengetahui sedini mungkin tanda speech delay, serta memberikan penanganan secara tepat baik orang tua juga tim ahli maka speech delay bukan sesutu yang menakutkan.