Mengenal Desa Adat Panglipuran Bali - aniskhoircom | a personal blog by Anis Khoir parenting relationship lifestyle

Minggu, 19 Agustus 2018

Mengenal Desa Adat Panglipuran Bali


Aniskhoir.com Desa adat Panglipuran adalah desa yang masih menjaga adat dan kebudayaan Bali. Desa ini juga merupakan contoh bagi desa wisata yang pertama kalinya pada tahun 1995.
Bagi kamu yang datang ke desa Panglipuran, jangan kaget ketika nanti akan menemukan bahwa semua bentuk rumah disana sangat persis. Termasuk pembagian ruang di dalam rumah pun semua sama, yang bertujuan untuk membangun kebersamaan antar warga di desa ini. Juga desa ini masih mempunyai udara yang sangat sejuk, bersih, nyaman dan tertata rapi.

Sekilas tentang Desa Panglipuran
Saat ini desa Panglipuran dihuni oleh 226 kepala keluarga dan mata pencaharian mereka bekerja sebagai petani, peternak dan pengrajin anyaman bambu. Desa ini mempunyai luas sekitar 112 hektar, tapi tidak semua lahan dijadikan rumah penduduk tapi 40% dari luas tanah tersebut adalah hutan bambu. Desa ini juga sangat memperdulikan alam, contohnya di desa ini kita tidak boleh sembarangan menebang pohon bambu tanpa seijin tokoh masyarakat desa.

Desa ini juga mempunyai budaya ketika ada orang yang ketahuan mencuri akan mendapatkan hukuman untuk memberikan sesajen 5 ekor ayam dengan warna bulu yang berbeda kepada para leluhur mereka. Walaupun kebanyakan warga di desa ini beragama Hindu tapi ketika ada warga yang meninggal mereka tidak melakukan upacara pembakaran tapi langsung menguburnya. Warga di desa Panglipuran ini juga memiliki minuman khas mereka yang diberi nama loloh cemceman, minuman ini mempunyai rasa seperti air tape dan berwarna hijau.

Masuk ke Desa Panglipuran
Harga tiket masuk ke desa ini tergolong murah, untuk wisatawan dalam negeri 15.000 untuk dewasa dan 10.000 untuk anak-anak, untuk wisatawan asing 30.000 untuk dewasa dan 25.000 untuk anak-anak.
Cara terbaik untuk menuju desa ini adalah dengan menyewa mobil dan sopir agar mempermudah perjalanan kita. Omocars, jasa sewa mobil Bali menyediakan mobil yang bisa disewa dengan atau tanpa supir. Silakan kunjungi situsnya untuk informasi lebih lanjut.

Desa ini juga memiliki area parkir yang cukup luas dan dengan harga tiket parkir yang hanya 5.000 per mobil. Di desa ini juga dilarang membawa kendaraan bermotor memasuki area desa, karena untuk menjaga agar udara di desa  ini tidak terkena banyak polusi.

Lokasi desa ini terletak di desa Kubu, kabupaten Bangli. Lokasi desa ini berada di ketinggian 600-700 meter dari permukaan laut, dan karena berada di ketinggian itu udara desa ini berhawa sejuk dan segar.
Selain berlibur, di Panglipuran kita juga dapat belajar banyak tentang kebudayaan Bali. Jadi tidak ada salahnya kalau kita membawa teman dan keluarga kita untuk berlibur ke Bali dan mengunjungi Panglipuran.

Kelebihan lainnya desa ini dekat dengan beberapa tempat wisata terkenal seperti Kintamani dan Gunung Batur. Panglipuran juga dikenal sebagai desa wisata terbaik di dunia. Ada tiga desa yang mendapatkan julukan desa terbaik di dunia yaitu desa Giethoorn di Belanda, desa Mawlynnong di India dan desa Panglipuran di Bali.

23 komentar:

Rani Yulianty mengatakan...

Tidak banyak desa yang masih mempertahankan adat dan budayanya, kere banget nih desa panglipuran, destinasi wisata yang membanggakan

Wisnu Tri mengatakan...

Sering lihat foto dari desa ini di instagram, tapi baru tau kalau ada warganya yang meninggal itu, bakal dikubur--bukan dibakar seperti masyarakat Bali pada umumnya.

Okti Li mengatakan...

Fahmi putra saya gembira sekali waktu ke Bali dan kami main ke Desa Panglipuran ini. Di belakang desa ada kebun bambu foto disana bagus banget...

gita siwi mengatakan...

Ini yang pengen banget aku datangin pas kapan gitu ke Bali bareng keluarga karena waktu nggak cukup. Next year bakal aku sambangin ini tempat

Kurnia amelia mengatakan...

Desa panglipuran ini lagi hits banget ya,, bersih dan cantik. Adat istiadatnya pun masih kental banget,,, semoga saya bisa kesana bersama keluarga.

fenni bungsu mengatakan...

Destinasi wisata yang menarik ini, karena daku belum pernah ke desa Panglipuran

Aprillia Ekasari mengatakan...

Desa ini lagi hits banget yaaaa... Moga ada kesepatan ke Bali dan mampir sana :D
Pengen jg foto di gapura itu hehe

Milda Ini mengatakan...

Belum pernah ke sana. Suasananya desa banget yaaa. Asik dan nyaman

Unggul Sagena mengatakan...

Nah, aku juga nanti kala kembali ke Bali pengennya ke desa-desa gitu. Kalau tempat wisata mainstream dah banayk yang liput hihi.. kayaknya kesannya gimana gitu kalau ke desa adat dst. Seru aja dan khidmat ^^

Nurul Mutiara RA mengatakan...

Pernah dengar aku mengenai desa Panglipuran ini melalui media massa dan cerita blogger juga. Desa ini katanya bersih banget kak, masyarakat disana sangat ketat menjaga lingkungan. Sampai2 sampah permen pun gak akan pernah ketemu didesa ini. Bener gak ya?

Ika Maya Susanti mengatakan...

Tiap tahu desa ini di tv atau seperti baca di blog ini, rasanya selalu pengen ke sana. Tempatnya asri dan dijaga ya keasriannya.

Utie adnu mengatakan...

Aku belum pernah ke Bali mba dan kepingun bnget suatu saat kesana mudah2an dlm.waktu dekat ya

Ida Tahmidah mengatakan...

Kemarin ke Bali ga sempet eksplor banyak tempat krn memang tujuan utamanya bukan ke bali, next pengen ke sini ah..:)

Shinta juliana mengatakan...

Bali tuh kayaknya destinasi wisata yang wajib banget didatangin.. Selain kaya akan wisatanya, budayanya juga lengket banget ya mba..

Liana mengatakan...

woh, namanya desa adat Panglipuran toh Mbak. aku sering liat fotonya di IG, yg bener2 IG-able itu hihi
bulan depan rencana ke sana, makasih infonya toh mbak :)

cendekia channel1 mengatakan...

Menarik, cara penguburannya, alih2 dibakar tapi dikubur..mengapa mereka beda sendiri ya kak.apa yg melatarbelakangi hal prinsipil ini. Wah baru tau, nice info..

jagbir mengatakan...

Usually, I never comment on blogs but your article is so convincing that I never stop myself to say something about it. You’re doing a great job Man. Best article I have ever read

Keep it up!

Elva Susanti mengatakan...

Belum pernah ke Bali, pengen sih travelling ke Bali bareng keluarga menikmati waktu liburan aalagi libur panjang gini

Himawan sant mengatakan...

Unik banget semua bentuk rumah dan pembagian ruang rumah kesemuanya sama ...

Penasaran sama rupa dan rasa Loloh Cemceman.
Kalo di pulau Jawa, cemceman itu berupa minyak untuk perawatan rambut ..., lah di Panglipuran Bali berupa minuman 😁

Asep Lukman mengatakan...

tempat wisata budaya yang menarik, memang bali terkenal dengan menjaga tradisi budaya sehingga bali menjadi unik dan berbeda. yang paling saya ingat apabila ke bali adalah banyaknya sesajen-sesajen kecil di depan rumah atau toko orang bali, dan setiap hari mereka membuatnya...

saya jadi kepikiran buat jualan daun pisang buat alasnya sesajen bali disana... hehehe

Hani mengatakan...

Duh seharusnya jangan liat2 tulisan jalan2 nih aku. Jd pengen datengin. Seru kayanya. Hehe

Ade UFi mengatakan...

Kapan yaa saya kesini. Bali tuh khas banget ya budayanya.

Tika Samosir mengatakan...

Ke bali seh udah tapi belum pernah ke perkampungannya. Katanya bagus-bagus pemandangannya dan warganya ramah banget ya.