Penyebab Takut Pada Anak Yang Perlu Orang Tua Ketahui - aniskhoircom | a personal blog by Anis Khoir parenting relationship lifestyle

Kamis, 12 Juli 2018

Penyebab Takut Pada Anak Yang Perlu Orang Tua Ketahui

penyebab anak takut
Setiap orang tua menginginkan anaknya mampu tumbuh optimal. Tidak mengherankan segala hal diupayakan demi anak tumbuh kembang sesuai harapannya. Namun namanya anak adalah unik. Artinya setiap anak berbeda tumbuh kembangnya dengan anak lainnya. Ada yang anak tumbuh kembangnya secara fisik cukup bagus, namun dalam bahasa mengalami keterlambatan. Begitu juga sebaliknya, ada yang dalam bahasa bagus namun anak tersebut penakut. Sehingga ketika dihadapkan pada masalah tersebut berbagai informasi dikumpulkan orang tua untuk mengetahui cara mengatasi anak penakut dengan mudah..
Takut pada anak sesuatu yang wajar. Biasanya bentuk ketakutan anak akan dituangkan dalam bentuk tangisan. Yang jadi masalah jika sifat penakut pada anak berlebihan sehingga menggangu proses tumbuh kembangnya. Bentuk ketakutannya pun akan berbeda-beda, tergantung dari perkembangan usia dan pola asuh orang tua. Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan seorang anak mengalami ketakutan.

1. Takut gelap
Keadaan gelap kadang menjadi sesuatu yang menakutkan pada anak. Karena pada suasana gelap anak tidak bisa melihat orang yang terdekatnya berada disekitarnya. Selain itu keadaan gelap membuatnya seperti berada di tempat asing yang tidak dikenalnya. Belum lagi bagi anak yang aktif, tentu tidak leluasa untuk bisa bergerak dengan bebas. Tentu keadaannya gelap membuatnya tidak nyaman dan menjadikan anak ketakutan.
baca juga : ketika anak bertengkar dengan teman
2. Takut binatang tertentu.
Ada beberapa anak yang mengalami ketakutan terhadap binatang tertentu. Ketakutan terhadap binatang tersebut muncul bisa diseabkan karena pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan. Misalnya saja takut sama kucing karena pernah dicakar atau takut sama anjing karena pernah dikejar anjing. Ada juga yang takut dengan hewan karena ditakuti oleh orang terdekatnya, misalkan saja orang tua. Seperti anak tetangga saja yang takut pada ayam karena orang tuanya sedari kecil menakuti anak tersebut dengan ayam jika tidak sesuai dengan keinginan orang tua.

3. Berpisah dengan orang tuanya
Sejak lahir anak menjalin hubungan dengan orang disekitarnya terutama orang tua. Seorang psikolog asal Inggris bernama John Bowlby mengungkapkan teorinya tentang kelekatan pada anak usia dini. Dalam teori kelekatan John Bowlby mengungkapkan ada 4 fase yang dimulai sejak lahir hingga berakhirnya masa kanak-kanak. Ciri anak yang memiliki kelekatan dengan sesorang adalah adanya perasaan takut ketika berada jauh dengan orang yang dilekatinya tadi. Apalagi sampai berpisah dengan figure lekatnya. 

4. Berada di tempat yang baru
Tidak berbeda dengan orang dewasa, anak juga memerlukan adaptasi di tempat yang baru. Ketika berada ditempat yang baru, anak perlu belajar bagaimana keadaan sekitarnya. Kadang apa yang ada disekitar tempat barunya merupakan sesuatu yang asing baginya sehingga menyebabkan dia menjadi penakut. Terlebih jika ditempat baru tersebut, anak berpisah dengan figure lengkapnya.

5. Benda lembek atau becek
Meskipun anak kecil suka bereksplorasi, namun ada benda tertentu yang jarang di sentuh anak. Kebanyakan anak tidak menyukai sesuatu yang becek atau lembek. Bahkan ada beberapa anak yang takut dengan kotorannya sendiri. Padahal ada beberapa benda yang lembek yang tetap harus disentuk anak sebagai stimulasi terhadap motorik halusnya seperti bermain clay. Ada juga anak yang cenderung tidak mau bermain dengan benda kotor misalnya ditempat yang becek. Padahal seperti suatu slogan iklan bahkan kadang “kotor itu baik” sebagai cara anak mengeksplorasi lingkungannya.

6. Cedera
Ada beberapa anak yang akan merasa ketakutan jika tubuhnya mengalami luka, misalnya karena jatuh. Anak tersebut akan histeris menangis karena melihat ada tubuhnya yang cedera, terlebih ketika melihat keluar darah.

7. Takut gagal dan mencoba
Meskipun anak memiliki jiwa ingin tahu yang tinggi namun tidak selamanya mereka mau mencoba hal baru. Terutama untuk sesuatu yang baru, anak bisa juga memiliki sifat takut mencoba dan gagal nantinya. Padahal dari mencoba itulah nantinya anak akan belajar dari pengalaman dan meskipun awalnya gagal akan dapat berhasil nantinya.

8. Takut Air
Air merupakan benda yang bisa sangat disukai anak-anak namun juga bisa sangat dibencinya. Bagi yang menyukainya, anak bisa dengan gembira ketika bermain air. Sebaliknya bagi yang membenci air, bersama air merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan contohnya saja mandi. Mandi bagi yang tidak menyukai air merupakan ritual yang menakutkan. Apalagi ketika badan anak disiram oleh air, dan kepala harus keramas yang memungkin mata terkena shampoo sehingga menyebabkan mata perih membuat anak tidak menyukai air. Atau bisa juga anak takut pada air karena punya pengalaman tidak menyenangkan misalnya saja pernah tenggelam.

9. Takut Bertemu orang baru
Bagi anak yang tidak terbiasa berkumpul dengan orang banyak, bertemu dengan orang baru merupakan sesuatu yang menakutkan. Apalagi jika orang baru tersebut berada dalam jarak yang sangat dekat dengan anak. Sebagai tanda ketakutannya, anak biasanya mengungkapkan ketakutannya dengan menangis.

Takut pada anak memang bisa macam- macam penyebabnya. Dan mengetahui penyebabnya adalah salah satu langkah untuk mengurangi ketakutan tersebut sehingga tidak menggangu perkembangan anak. Penyebab takut pada anak diatas bisa menjadi masukan bagi orang tua untuk menganalisa kira-kira mana yang menyebabkan anak menjadi penakut. Dengan begitu orang tua akan lebih bijaksana dalam melakukan tindakan kepada anak.

25 komentar:

  1. Setiap anak sepertinya memang memiliki rasa takut tersendiri terhadap suatu hal

    BalasHapus
  2. Orang tua diharapkan lebih peka ya terhadap rasa takut yang muncul pada diri anak

    BalasHapus
  3. Rasa takut pada anak memang terjadi karena banyak alasan, sebaiknya orang tua mencari tau sumber rasa takut itu

    BalasHapus
  4. Kenali rasa takut anak sedini mungkin ya, supaya rasa takut itu tidak semakin besar dan mengganggu tumbuh kembangnya

    BalasHapus
  5. Ketakutan itu sebaiknya tidak didiamkan ya, tapi di lawan. hehe

    BalasHapus
  6. Aanakku yang kecil takut kalau sendirian, lagi di "terapi" tapi kok ya agak susah. Semoga aja kalau udah gede takutnya berkurang...

    BalasHapus
  7. Peran orang tua penting banget ya karena takut anak aja tanpa sadar sumbernya dari orang tua dan lingkungan.

    BalasHapus
  8. Takut berpisah sama orang tua yg banget dialami Fahmi, putra saya. Semoga kedepannya semakin hilang rasa takutnya itu. Amin...

    BalasHapus
  9. Anakku takut gelap, suka nggak mau lampu dimatikan saat tidur, padahal tidur dengan lampu dimatikan lebih sehat ya

    BalasHapus
  10. Menurutku yang paling bahaya adalah takut gagal dan takut bertemu orang baru. Soalnya saya pernah begitu dan butuh proses lama untuk maju. Memang harus sedini mungkin dilawan ya

    BalasHapus
  11. Rasa takut bukan terjadi pada anak2 aja sih, pada orang dewasa pun jg ada yg pastinya ditakuti. Dan sebagai orangtua, kita tentunya harus memahami ketakutan yg dialami anak kita

    BalasHapus
  12. Bener banget ini, ada banyak jenis ketakutan yang mungkin dimikdim tiap anak.
    Butuh kepekaan dan kecerdasan orang tua untuk memahami

    BalasHapus
  13. Ada banyak ketakutan yang dimiliki seorang anak, terhadap sesuatu.
    Butuh kepekaan dan kecerdasan para orang tua untuk memahaminya

    BalasHapus
  14. Rasa takut yang harus kita bantu agar hilang ya,karena klo berkelanjutan tidak baik

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, anak-anak saya cuma takut nomor 1-3 saja. Selebihnya mereka berani. :)

    BalasHapus
  16. Anakku suka mewek awal2 aku tinggal dulu, tapi skrng udah biasa. Kyknya perlu dikasi pengertian dan dibiasakan aja. Utk ketakutan2 yg lain mungkiin jg gtu kali ua, sounding2 anak. Trus kalau bisa jg jgn nakut2in anak krn akan kebawa sampai mereka gede.

    BalasHapus
  17. Anak-anak yang memasuki dunia baru , penuh kecemasan yah ternyata..apalagi terlihat dari dia yang pertama kali masuk sekolah

    BalasHapus
  18. Beberapa ia pernah dialami anakku tapi ketika memberikn pngertian akhirny bisa lbh mengerti.

    BalasHapus
  19. Waktu kecil aku takut air soalnya dingin, diceritain ibu katanya klo mandi aku harus pake air hangat. Soalnya klo pake air dingin nangis..
    Wkwk


    Tapi pas uda beranjak ke kelas Sd, ibu suka membiasakan dengan air dingin, selain krn repot sekolah pagi dan harus masak air, aku juga perlu mengenal kesegaran dari air dingin. Sekalipun awalnya susah, tapi krn uda sd mau nangis grgr mandi malu, yaa... Jadi mulai sedikit-demi sedikit.

    BalasHapus
  20. Trus enaknya gimana ya cara secara umum mengatasi rasa takut pada anak? Apa harus kita biasakan melawan rasa takutnya, atau seperti apa ya?

    BalasHapus
  21. Anakku yang pertama pasir mba, karena jarang banget kami ajak keluar rumah maunya dirumah aja.. saya taunya usia 2 tahun ke bali, anakku yang mau main di pasir, ngga mau turun.. digendong huhu.. dan anak kedua ini hampir ngga Takut apapun karena memang kami stimulasi terus menerus.

    BalasHapus
  22. takut apa ya..sejauh ini kayaknya belum nemu ketakutan atau phobia tertentu dari anak. Paling dia takut kecoa kayak emaknya..

    BalasHapus
  23. Rasa takut pada anak itu wajib banget orang tua nya mengetahuinya, biar tdk ada trauma dr si anak. Aku jujur termasuk takut akan gelap itu krn terbawa saat aku kecil mbak .

    BalasHapus
  24. Perlu dipahami kadang ketakutan pada anak disebabkan oleh orang sekitarm kaya contoh takut pada ayam di atas. Berhati2lah sih kalo mau nakut2in atau bercanda sama anak..jgn sampe malah hd phobia berkelanjutan.

    BalasHapus
  25. Setiap ketakutan pada anak ternyata memiliki alasan sendiri sendiri yaaa. Hanya orangtuanya aja yang harua bisa lebih memahami yaaaaa. Makasi infonya ya mbaaaak

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D