Kunci Sabar Merawat Orang Tua Sakit - aniskhoircom | a personal blog by Anis Khoir parenting relationship lifestyle

Sabtu, 20 Januari 2018

Kunci Sabar Merawat Orang Tua Sakit

cara-sabar-merawat-orang-tua-sakit

Merawat orang tua sakit merupakan tantangan besar bagi seorang anak sebagai bentuk pengabdian. Bukan hanya kesabaran, tenaga bahkan biaya yang besar harus dikeluarkan. Namun tentu apa yang diperbuat oleh anak sekarang tetap tak sebanding dengan jasa orang tua terhadap anaknya. Namun demikian, meskipun tindakan merawat orang tua sakit adalah kewajiban anak terhadap orang tua tapi terdapat banyak kemulian bahkan ganjaran pahala yang besar di sisi Allah SWT. 

Tentang merawat orang tua sakit saya jadi terikat tentang Almarhum bapak. Sebelum dipanggil mendapatkan tempat disisiNya, bapak mendapat ujian sakit yang cukup lama. Tak tanggung-tanggung menurut penuturan emak, bapak telah sakit hampir dua puluh tahun. Itu artinya bapak sakit jauh sebelum saya lahir. Dan puncaknya ketika saya kelas tiga SMP, bapak terkena stroke yang mengakibatkan lumpuh total. Segala aktivitas bapak hanya bisa dilakukan diatas tempat tidur. Jika melakukan aktivitas yang berhubungan dengan gerak, maka harus membopong bapak.

Berbagai pengobatan sebenarnya telah diupayakan demi kesembuhan bapak. Dari mulai medis sampai alternative. Dari mulai pil hingga jamu tradisional ekstra pahit hingga pijat urat teramat sakit. Namun karena adanya komplikasi berbagai penyakit seperti jantung, infeksi lambung serta tekanan tinggi upaya tersebut hanya nihil. Untuk bertahan, bapak harus konsumsi obat setiap harinya. Bahkan untuk tidur dan BAB pun harus dengan bantuan obat. Dan mungkin Allah telah rindu untuk memeluk bapak sehingga tepat empat setengah tahun setelah lumpuh bapak diambil oleh-Nya

Yang jadi catatan dalam tulisan ini bukan saja tentang kesabaran serta kekuatan bapak menghadapi sakit. Karena nyatanya dalam sakitnya ibadah serta kemandiriannya dengan segala keterbatasan menginspirasi kami anaknya. Sebuah catatan lain tentang bagaimana emak sebagai pasangan hidup bapak serta anak-anaknya merawat bapak sebagai orang tuanya ketika sakit. Karena merawat orang tua sakit bukan hanya kesabaran tapi pundi keikhlasan juga diperlukan. 
Baca juga : Tips Sedehana mengajari anak membaca
Sebuah penghargaan yang besar tentu layak diberikan kepada emak sebagai orang yang –paling setia menemani bapak hingga maut menjadi pemisah. Kami anak-anaknya juga diberi kekuatan dan kesempatan sebagai bentuk pengabdian untuk merawat bapak. Ada kalanya tak dipungkiri kelelahan, kejengkelan atau bahkan sedih menghinggapi kami anaknya. Namun pada akhirnya kami “berhasil” merawat dalam kebahagian. Ada sebuah kepuasan batin ketika ada orang yang menjenguk yang mengatakan bapak sangat terawat. Kebersihan tubuh bapak, obat yang selalu tersedia dan keberadaan anak-anak disampingnya serta kesopanan yang tetap ditunjukkan pada bapak menjadi kebahagian tersendiri bagi orang-orang yang menjenguk bapak.

Saya mengibaratkan keluarga selayaknya satu tubuh dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jika salah satu anggota sakit terlebih orang tua maka anggota keluarga ang lainnya ikut merasakannya. Merasakannya disini yaitu turut membantu kesembuhan serta merawat dengan ketulusan dan kesabaran. Ada beberapa poin sehingga kunci kesabaran merawat orang tua sakit tetap terpegang.

Ingat Jasa Orang Tua
Tak dipungkiri, dalam kehidupan seorang anak bukan hanya tentang bagaimana mengabdi kepada orang tua. Ada banyak permasalahan lain yang dihadapinya sehingga saat tertentu kelelahan dan kesabaran berada dititik terendah. Maka jika itu terjadi ingatlah tentang jasa orang tua dalam kehidupan kita sebagai sebagai seorang anak. Mengingat kembali pada masa terbaik dengan orang tua bisa menjadi obat mujarab untuk kembali semangat merawat orang tua yang sakit.

merawat-orang-tua-sakit

Tiket ke Surga
Saya sempat menangis membaca buku “Satu Tiket Ke Surga”. Di salah satu cerita tentang seseorang yang sedih karena tidak dapat masuk ke sebuah pemandian karena tiketnya habis. Namun sahabatnya mengingatkan mengapa untuk urusan dunia saja menangis sedangkan untuk urusan yang kekal yaitu surga malah tak diperhatikan. Maka temannya pun menanyakan urusan apakah itu? Jawabannya adalah orang tua. Sungguh sebuah keberuntungan ketika anak dalam hidupnya masih dipertemukan dengan orang tua. Apalagi jika orang tua itu sakit. Tentu merawatnya dengan baik bisa jadi merupakan tiket surga yang disediakan olehNya untuk anaknya.

Merawat orang tua sakit adalah ujian
Ada yang menanyakan pertanyaan klise dan hanya membutuhkan jawaban sederhana, apa perbedaan orang yang masih waras dengan orang gila?. Jawabannya cukup sederhana yaitu orang waras masih punya masalah dalam hidupnya untuk dihadapi dan diselesaikannya. Sedangkan orang gila tidak lagi memikirkan masalah dirinya. Mungkin dalam kehidupan seseorang diberi harta yang cukup, keluarga yang harmonis namun disisi lain orang tua sakit. Disitulah sebenarnya ujian orang tersebut untuk mampu melewati dengan merawat orang tua yang sakit dengan melakukan yang terbaik.

Kalau bukan anaknya siapa lagi?
Kalau dalam perjalanan merawat orang tua sakit ada kejenuhan maka tanyakan kepada diri sendiri, kalau bukan anaknya siapa lagi yang merawat orang tua sakit?. Jika seseorang memiliki harta berlimpah tentu bisa menyewa seorang perawat yang khusus merawat orang tua yang sakit. Namun tak dipungkiri, kehadiran anaknya yang secara langsung turun tangan merawat orang tua sudah terbukti secara klinis membantu proses kesembuhan lebih cepat. 

Saling menguatkan antar anggota keluarga. 
Saya selalu percaya bahwa Allah SWT tak akan memberi ujian hambaNya melebihi batas kemampuannya. Dan ketika bapak sakit ada syukur yang tetap kami ucapkan. Dengan jumlah anggota keluarga tujuh orang plus anak menantu dan cucu tentu tidak sedikit lagi anggota keluarga kami. Disitulah keberuntungan bagi kami sehingga bisa saling bahu- membahu membiayai dan merawat orang tua sakit. Dan disaat yang sama kami saling mendukung serta menguatkan dalam merawat bapak. Karena dari situlah akhirnya kebersamaan kami sebagai anggota keluarga semakin erat bahkan sampai sekarang ketika bapak telah lebih darisepuluh tahun telah tiada.

Segala sesuatu merupakan pelajaran hidup jika seseorang mampu mengambil hikmahnya. Begitupun dengan merawat orang tua sakit. Setidaknya dengan merawat orang tua sakit menunjukkan bakti dan cinta kita kepada orang tua. Merawat orang tua sakit kita jadi belajar ekstra kesabaran baik terhadap si sakit dengan segala keluhannya dan menangani , belajar mengontrol emosi dan tentunya belajar untuk melakukan sesuatu dengan ikhlas. Tanpa imbalan materi tapi hanya upaya mendapatkan sebuah kebaikan disisi-Nya. 
Baca juga : Inilah Alasan Mengapa harus Pulang ke kampung halaman
Merawat orang tua sakit juga mengajarkan pada seorang untuk hidup lebih sehat. Sehingga sakit yang pernah menimpa orang tua tidak terulang pada anaknya. Ibaratnya ketika merawat orang sakit maka banyak hal yang kita blajar dari penyakit tersebut. Misalnya tentang bagaimana kondisi penyakit, apa yang diserang, bagaimana pertolongan pertamanya, apa obatnya dan setidaknya tahu apa penyebabnya. Dari penyebabnya itu tentu tak ingin mengalami hal serupa dengan orang tua yang dirawatkan ?. Karena bagaimnapun mencegah lebih baik dari pada mengobati. Terlebih pada penyakit pembunuh seperti jantung, hipertensi dan juga tubercolusis seperti ulasan mbak Nia dalam postingannya di KEB Blogging Collaboration yang menjadi inspirasi tulisan ini. Okey, tetap sabar merawat orang tua sakit ya..

27 komentar:

  1. Merawat orangtua yang sakit memang ujian kesabaran banget buat kita ya mbak. Semoga keikhlasan kita berbuah pahala. Aamiin

    BalasHapus
  2. Bapakku lagi sakit mba..
    Semoga anak2 lolos ujian ngrawat ortu mba..


    BalasHapus
  3. Baiknya memang sesibuk apapun seorang anak harus bisa meluangkan waktu untuk merawat ibunya ya, Teh.. Semoga ibu yang sedang sakit, semoga Allah beri kesehatan..aamiin

    BalasHapus
  4. Terenyuh baca nya mba, Insya Allah aku menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua ku dan tidak akan pernah menyia nyiakan mereka. Amin. Semoga mba diberi ketabahan juga dalam menjaga ibu ^^

    BalasHapus
  5. Kalo udah membahas bakti kepada orang, saya paling gak bisa tahan, pengen nangis 😭, terima kasih Mbak, sungguh benar-benar pengingat bagi diri pribadi

    BalasHapus
  6. Terharu baca pengalamannya,... tips2nya juga sangat bermanfaat. Thanks for Sharing yaaa

    BalasHapus
  7. Apapun untuk orang tua, sehat lebih lebih sakit adalah kewajiban kita sebagai anak untuk merawatnya, bukan karena jasa mereka tapi memang itulah salah satu tugas kita di dunia, bahkan bukan hanya untuk orang tua tetapi untuk sesama.
    Cerita yang mengharukan

    BalasHapus
  8. Merawat dan menjaga orang tua, sehat ataupun sakit adalah kewajiban bagi kita sebagai anak, semoga kita dikuatkan

    BalasHapus
  9. Semoga kelak bisa berbakti dengan merawat orangtua di masa tuanya. Amiiin

    BalasHapus
  10. Semoga diberikan keberkahan, untuk kita semua yang sedang merawat orang tua :)

    BalasHapus
  11. Jadi baper...banyak dosa sama orang tua. Hiks

    BalasHapus
  12. sepertinya kita sama salah satu dengan komunitas yaa,,, kalau untuk saya pribadi merawat orgtua yg sedang sakit memang itu adalah hal terwajib bagi anak-anaknya anggap aja ini salah satu ladang pahala pintu syurga terbuka untuk kita. Namun kadang ada anak yang ga mau sama sekali merawat orgtuanya yg sakit dengan alasan malas atau sibuk dengan pekerjaan sehingga memanggil orglain untuk merawatnya. Di zaman era modern seperti ini tidak sedikit anak yang tidak segan menelantarkan orgtuanya.

    BalasHapus
  13. birrul walidain ya mbak...
    ahh, so sweet sekali mbak anis ini...

    BalasHapus
  14. Dakwah dalam tulisan.
    Keren :)

    BalasHapus
  15. Semangat mbak 💪💪💪. Saya tersentuh membacanya.

    BalasHapus
  16. Saya jadi teringat almarhum bapak saya. Beliau sakit kena stroke. 6 tahun lalu beliau meninggal dunia.

    BalasHapus
  17. Bapak mertua saya juga demikian, jadi ikut meraaakan apa yang diposting di sini.nice sharing 🤗

    BalasHapus
  18. Halloo Mba Anis. Senang bisa mampir di sini.Tulisannya bagus banget mba🖒. Aku jadi pengen nulis seperti ini.

    BalasHapus
  19. Trima kasih tulisannya kak, bgus

    BalasHapus
  20. MasyaAllah, mengingatkan kita agar berbakti.😊

    BalasHapus
  21. Masyallah.
    Nyesss banget mb baca tulisannya :(
    terima kasih sudah mengingatkan.
    Berat berbakti dengan orang tua.
    Apalagi jika sudah berhubungan dengan pemikiran :(

    BalasHapus
  22. iya merawat Orang Tua adalah salah satu tiket Gratis masuk Syurga, asalkan kita jalani dengan ikhlas.

    Coba pikirkan lebih banyak mereka yg merawat kita atau lebih banyak kita yang merawat mereka.

    BalasHapus
  23. mengingat dan berbakti kepada kedua orang tua ya Mbak.

    BalasHapus
  24. Kalau bukan anak yang yang merawat orang tua siapa lagi, karena mereka udah berjasa banget merawat kita dari kecil sampai jadi orang sukses. :)

    BalasHapus
  25. Kalo sudah urusan kedua orang tua, saya ngga bisa menahan air mata ini. Entah kenapa air mata ini jatuh sendiri tanpa di suruh pun

    BalasHapus
  26. Pengen nangis kalo teringat susah payah seorang ibu bpk ketika merawat anaknya.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D