Sekeping Kenangan Tentang Ibu Dari Yurmawita - aniskhoircom | a personal blog by Anis Khoir parenting relationship lifestyle

Jumat, 09 Desember 2016

Sekeping Kenangan Tentang Ibu Dari Yurmawita




Sepert biasa Baby Wan paling senang membongkar buku, menaruhnya di kursi plastic dan membawanya berkeliling di dalam rumah. Bisa dikatakan mirip- mirip menirukan emaknya jika belanja ke supermarket. Dan, kali ini saya tertarik satu buku di troli ala baby Wan berjudul “For the Love Of Mom”, Kisah- kisah inspiratif tentang ibu. Pas banget rasanya membaca itu tepat pada bulan desember yang erat kaitannya dengan hari ibu. Dan betapa bahagianya saya, salah satu penulis dari buku antologi tersebut sahabat blogger saya yang meskipun baru kenal namun serasa saudara :Yurmawita Adismal.

Tak dipungkiri, setiap dari kita ingin bisa bersama orang yang dicintainya. Apalagi jika orang tersebit adalah ibu kandung kita. Terlebih ketika kita masih kecil dan butuh lautan kasih sayang dalam proses pendewasaan. Beruntunglah saya hingga sampai detik ini emak saya masih membersamai. Meskipun berada dilain kota namun suara teleponnya dan sesekali berkunjung ke rumahnya bisa jadi obat rindu paling mujarab. Namun tak semua bisa beruntung saya. Ada yang karena sang ibu harus bekerja meninggalkan keluarga sehingga tak bisa mendampingin anak- anaknya. Bisa juga sang ibu pergi karena memiliki keluarga dan kehidupan baru. Atau sang ibu pergi untuk selama- lamanya ke sisiNya. Terlebih jika dalam usia yang masih cukup muda, Allah memilihnya untuk mendapat ujianNya.

Menjelang ulang tahun yang kesembilan Mbak Yurmawita mendapat ujian berat yaitu kembalinya sang ibu kesisiNya. Sang ibu yang merupakan wanita tangguh, penurut dan tak mau menyusahkan orang lain terkena kanker otak. Mbak Yurmawita ingat betul bagaimana sang ibu ikut berjuang mencari nafkah meskipun sakit dengan berjualan nasi. Belum lagi ketika sakit kepala yang amat sangat mendera dan membentur- benturkan kepalanya. Dan kemudian sedikit- demi sedikit rambut sang ibu mulai rontok dan membuat sebagian kepalanya botak.

Bukan hal yang mudah hidup tanpa sosok ibu bagi mbak Yurmawita, meskipun sang ayah telah berperan ganda. Mwnjadi ayah sekaligus ibu bagi Mbak Yurmawita dan adiknya. Namun ada hal yang tetap tak bisa seorang ayah lakukan, apalagi jika tentang hal kewanitaan. Begitulah Mbak Yurmawita harus kebingungan ketika mendapatkan menstruasi pertamanya.

Tentang wanita tangguh itu saya juga temui di diri Mbak Yurmawita. Mbak Yurmawita yang sekarang bersetatus sebagai ibu, istri, guru dan juga mahasiswa S2 yang menyelesaikan tesisnya. Tentu bukan peran yang mudah. Tapi Mbak Yurmawita bisa menjalani semua, bahkan masih menyempatkan diri mengembangkan hobinya yaitu menulis. Di dunia menulis karya mbak Yurmawita sudah bejibun banyaknya.Ada yang berupa antologi yang seperti buku yang saya miliki diatas, atau karya pribadi. Dan di dunia blogging pun selain aktif menulis mbak Yurmawita juga sempat menjadi juara blog competition.

Ingin berkenalan dan membaca tulisannya Mbak Yurmawita, bisa langsung berkunjung ke blognya. Atau bisa juga mengikuti beberapa akun media sosialnya..

15 komentar:

Keluarga Biru mengatakan...

Salut sama Mbak Yurmawita. Semoga selalu sukses

Prima Hapsari mengatakan...

Benar-benar sosok ibu yang mengagumkan dan inspiratif. :)

Esti Sulistyawan mengatakan...

Semoga Mbak Wita selalu diberi kesehatan biar terus aktif dan produktif. :D

Mel Allira mengatakan...

Salut, Mbak Yurmawita. Sangan menginspirasi. :D

Liza Fathia mengatakan...

Rasanya pengen ngobrol langsung sama beliau. ^_^

Ira Guslina mengatakan...

Kayanya banyak yang harus dicontoh dari Mbak Wita. :D

Irawati Sutanto mengatakan...

Sebuah cerita yg menginspirasi. Bagus banget cara mbak Aniskhoir menceritakannya.

Irawati Sutanto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Yurmawita Adismal mengatakan...

Ahhh....peluukk kalian semua..aku bisa tegar karena ada teman teman dunia Maya yang selalu menghibur dan menguatkan ku. Terimakasih mba Anis khoir..udah lama sekali mata ini sembab apabila berbicara tentang ibu.

Justru yang membuat aku sedih bukan karena ibu yang sudah tiada..tapi ayah dan segala perjuangannya yang membuatku perihh..

Ayah dengan segunung cintanya tidak juga mengurangi cintanya kepada ibu hingga detik ini, ia tidak pernah menduakan ibu, ia masih sendiri saja dan masih selalu hadir menguatkan ku.

Ibu sudah tenang disanaa, tapi ayah..dia masih dengan segudang kesabarannya

Ahhh..
Mba Anis..pelukkkkk eraattt..
HUAaaa..

Rani R Tyas mengatakan...

Hebat ya ayahnya Mbak Yurma, aku kok jadi teringat seseorang ya, kisahnya hampir sama dengan Mbak Yurma..

Arinta Adiningtyas mengatakan...

Mbak yurmaaa...ibu saya juga sudah ngga ada 8 tahun lalu. Dan bapak saya masih sendiri juga hingga saat ini. Peluuuk Mba Yurma.. :)

Andhika Nur Afian mengatakan...

Sangat menginspirasi mbak...

http://www.perahulayarkertas.web.id/

Lucky Caesar mengatakan...

Inspiratif bangeet mbak Yurmawita. Semoga selalu diberikan ketangguhan dan kesabaran serta terus berkarya dan mengispirasi. .

Ocha Rhoshandha mengatakan...

Wuaaa inspiratif bangeeeet
Tegar banget ya

anis khoir mengatakan...

Salut bangeettt..