Desa Mliwang : Karma Menghadap ke Utara

Desa Mliwang : Karma Menghadap ke Utara



Ada sebuah tradisi yang dipegang erat di suatu daerah secara turun temurun. Di wariskan dari generasi ke generasi. Tradisi yang seolah tak selaras dengan dengan zaman, nyatanya masih dipegang. Kepercayaan, mitos serta norma yang telah berlaku tersebut bernilai sebuah harga. Seperti di Desa Mliwang ini ada aturan tak memperbolehkan rumah menghadap ke utara.

Rumah penduduk yang berada di sebelah selatan jalan, tapi rumah tak menghadap ke utara(jalan)
Tidak ada yang berbeda jika memasuki Desa Mliwang. Sebuah desa kecil yang berada di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Jalan desa yang telah teraspal halus, serta got yang tertata rapi menunjukkan desa telah tersentuh pembangunan. Di beberapa bangunan juga tertuliskan CSR dari beberapa perusahaan semen multinasional. Tak heran Desa Mliwang masuk dalam ring satu salah satu perusahaan semen tersebut. Jika lebih jauh mengamati, ada yang menarik di desa ini. Kebetulan jalan utama desa Mliwang membentang dari timur ke barat. Jadi rumah pun mengikuti disepanjang jalan. Untuk rumah yang berada di sebelah utara jalan, tak ada yang berbeda dengan desa lainnya. Namun untuk sebelah selatan akan tertemui keganjilan. Di Desa Mliwang tak ada sebuah rumah yng menghadap ke utara. Sehingga untuk menyiasati jika berada di selatan jalan, maka rumah tersebut tak menghadap ke jalan.

Salah satu kegiatan penduduk yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani
Suatu aturan ada dan dibuat sebagai bentuk ketaatan atau bisa juga pencegahan terhadap hal yang tak diinginkan. Konon katanya adanya aturan yang melarang menghadap ke utara sebagai bentuk prefentif terhadap karna. Jika aturan itu di langgar maka yang terjadi adalah robohnya rumah yang dibangun. Tentang betul tidaknya hal itu sampai sekarang tak satu pun rumah yang menghadap ke utara.
Tuban Wisata

15 Komentar untuk "Desa Mliwang : Karma Menghadap ke Utara"

  1. Nah ini baru blogger Tuban, mengangkat tulisan disekitar rumahnya. Aku yakin Tuban banyak banget hal yang bloggerable :-D

    BalasHapus
  2. desa yang sepi mbak, dna bentar lagi gaks epi karena bakal dis erbu pasukan internet hehe... dan semoga makin diberikan jalan yang lurus didesa ini aamiin.... salam kenal mbak thx follownya cakep ^-^ #justfunplayandkidd

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan masuknya internet moga jadi desa yang lebih produktif

      Hapus
  3. seperti masih asri ya mba, desanya.. buat ngeblog sepertinya tenang dan gak bising.. hehe

    Btw, salam kenal :)

    BalasHapus
  4. unik ya Mbak desanya, seneng bisa berkunjung ke blog Mbak Anis ini setelah nyasar baca ulasan Mbak Inuel, :D

    BalasHapus
  5. Salam kenal ya. Salam blogger!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga. Terima kasih kunjungannya

      Hapus
  6. wah baru tau ada aturan seperti ini.. :D

    BalasHapus
  7. Oh.. Ada ya aturan begitu? Jadi penasaran posisi2 rumah2nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sebelah selatan, membelakangi jalan Mbak.

      Hapus
  8. Unik ya, mbak. Jadi masuknya lewat samping rumah dong?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap depan, tapi rumahnya yang membelakangi jalan

      Hapus
  9. rumahku maep selatan, mbak, tapi yg belakangku jadi madep utara.... untungnya di kota besar ngga ada tradisi gitu ya, bisa pusing pala developernya nanti, hihi

    BalasHapus
Kebijakan Berkomentar di Blog Aniskhoir.com
  • Komentar harus sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel