Hari Ayah, Mengembalikan Peran Ayah Dalam Pendidikan di Rumah aniskhoir.com

Tuesday, 14 November 2017

Hari Ayah, Mengembalikan Peran Ayah Dalam Pendidikan di Rumah


Tak banyak yang tahu jika tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Ayah. Tidak seperti Hari Ibu yang gaungnya terasa bahkan satu bulan sebelumnya, Hari Ayah bisa dikatakan sepi peringatan. Saya sendiri mengetahui jika 12 Nopember sebagai Hari Ayah dari Hestek yang bertebaran di twitter. Selain twitter tak menemukan lagi. Entah saya yang kurang update atau memang tak banyak orang yang mengetahui tentang Hari Ayah. Seperti di lingkaran lini masa media social saya dan persahabatan di dunia nyata.
 Sebenarnya tak ada bedanya antara Hari Ayah dan Hari Ibu sehingga pemaknaannya serta perayaannya berbeda. Mungkin dari segi event hari ibu lebih dahulu diperingati dari pada hari ayah sehingga semaraknya lebih terlihat dimana-mana. Tetapi apapun itu, kedua hari tersebut adalah sebuah symbol saja. Yang terpenting dari kedua hari itu adalah pemaknaannya terhadap jasa orang tua dan bagaimana menjadi ayah dan ibu seharusnya.

 Baca juga : Ekspektasi vs realita dalam rumah tangga
Bagi saya dan keluarga, ketika mengingat hari ini adalah hari ayah adalah tentang bagaimana peran seorang ayah dalam keluarga. Peran disini ayah tak sekedar sebagai pencari nafkah saja tapi lebih dari itu. Seorang ayah merupakan pemimpin, pembimbing dan penyayang utama dalam keluarga. Selayaknya nahkoda peran ayah menjadi pemimpin kemana arah keluarga dilabuhkan. Sedangkan pembimbing dan penyayang keluarga dimaksudkan dalam hal pendidikan dan pengasuhan dalam keluarga. Namun kesemua peran ayah di jaman sekarang mulai tergerus dengan gaya hidup milenial.

Seorang ayah umumnya hanya menganggap kewajiban utamanya adalah mencari nafkah. Setelah itu lepaslah tanggung jawabnya ketika dirumah. Rumah merupakan tempat istirahat dan tak mau kelelahannya di tambahi dengan pekerjaan rumah tangga dan edukasi anak. Kadang seorang ayah lebih suka menghabiskan waktu sendian dikamar atau memainkan gadget sehingga terhubung dengan kawannya di luar rumah. Atau ketika libur kerja ayah umumnya lebih senang kumpul dengan teman sehobinya mengikuti berbagai tour dan kegiatan untuk refresing sekaligus istirahat di sela kegiatan pekerjaannya.
 Baca juga : Mengatur Keuangan Di Awal Bulan
Saya pernah mengikuti seminar tentang parenting tentang peran ayah. Dalam alquran banyak kisah tentang pendidikan anak. Kisah- kisah tersebut tentang bagaimana seorang ayah memberi edukasi pada anak-anaknya. Dari mulai nabi Ibrahim, Ishak, Musa dan Imron dan juga Lukman. Dari kisah tersebut tersirat ayahlah yang mengambil porsi tinggi dalam pendidikan anak dan memiliki peranan dalam pendidikan di dalam keluarga.

Tak seperti ibu yang penuh kesabaran dan lemah lembut, peran ayah dalam pendidikan di rumah tentu berbeda dengan seorang ibu. Wanita yang mempunyai dengan karakternya tentu dalam hal pengasuhan sangat dibutuhkan dan tak bisa tergantikan peranannya. Disisi lain ayah yang mempunyai jiwa fighting dan ketahanan juga perlu diperlukan agar membentuk jiwa anak yang tangguh dimasa depan.

Peran ayah terhadap pendidikan keluarga bahkan bisa dimulai jauh sebelum seorang anak ada. Memilih pasangan atau calon dari ibu anaknya yang sesuai bibit, bebet dan bobotnya. Karena bagaimanapun kecerdasan serta karakter anak dipengaruhi oleh kedua orang tuanya. Kemudian sang ibu hamil, peranan ayah pun bertambah lagi. Dan semakin besar seiring dengan perkembangan sang anak.
1.    Pada usia 3 bulan ketika anak mengenali suara, suara ayahnya menjadi salah satu suara yang harus dikenalinya.
2.    Mengajaknya bermain disertai penanaman karakter. Bahkan Rasulullah sendiri mencontohkan bagaimana Beliau bermain dengan anak-anak. Beliau sering bercanda bermain kuda-kudaan dan menggendong kedua cucu beliau Hasan dan Husein di punggungnya. Beliau juga mencium cucu-cucunya sebagai bentuk kasih sayang
3.    Penanaman pendidikan agama dalam keluarga. Pendidikan agama terutama pembiasaan melaksanakan sholat dan pergi ke masjid bisa menjadi tugas seorang ayah untuk mengajak anak-anaknya, terutama bagi anak laki-laki.
4.    Mendampingi masa puber anak. Masa puber bisa disebut masa krusial bagi anak. Di sisi lain mereka ingin mencoba banyak hal baru tapi di sisi lain mereka juga belum memikirkan betul dampak terhadap perilakunya. Tak jarang pada masa puber banyak anak mengalami krisis percaya diri. Peranan ayah sebagai teman curhat terutama bagi anak yang beranjak menuju remaja laki- laki sangat penting. Karena bisa juga dalam hal tertentu ibu tak memahami dunia lai-laki yang sedang mulai anak masuki.

Mengembalikan peran ayah dalam keluarga sekilas sangatlah sederhana. Namun sebenarnya sesuatu yang kompleks. Apalagi bagi seorang ayah yang belum memiliki pemahaman pentingnya peranan ayah dalam keluarga yang tak hanya sebagai pencari nafkah. Namun begitu, taka da yang tak mungkin apalagi jika semua pihak dalam eluarga ikut ambil bagian dalam pendidikan keluarga. Apalagi di moment istimewa Hari Ayah ini yuk kita merefleksi lagi peranan masing keluarga, termasuk peranan ayah dalam pendidikan di rumah.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D