Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini a lifestyle blog Jejak Makna Inspirasi

Monday, 10 July 2017

Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini




Pendidikan merupakan faktor yang penting untuk dapat menghasilkan manusia yang berkualitas. Pendidikan yang baik akan mampu memanusiakan manusia sehingga mampu menghadapi perkembangan jaman yang bergerak sangat cepat. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendapatkan pendidikan baik itu formal maupun informal. Meskipun dalam mendapatkan pendidikan yang baik kadang memerlukan dana yang cukup besar.

Sebagai orang tua saya juga menginginkan yang terbaik untuk anak saya, tak terkecuali untuk pendidikannya. Sehingga jauh hari sudah mempersiapkannya terutama dana pendidikan yang akan digunakan anak saya dalam meraih pendidikan nantinya. Meskipun sekarang anak saya masih berusia batita namun memberikan persiapan dana pendidikan sejak dini tentu akan lebih baik.

Ada beberapa langkah yang kami yaitu saya dan suami lakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak.


  • Melakukan Perencanaan Keuangan. Penting sekali melakukan perencanaan dana pendidikan dengan cara memperkirakan dana pendidikan yang dibutuhkan anak tahun yang akan datang. Tentu orang tahu harus mengestimasi perkiraan kenaikan serta inflasi pertahunnya sehingga ditahun yang akan datang dana tersebut benar dapat mencukupi biaya pendidikan anak. Dalam melakukan perencanaan jangan sampai kita menunda untuk melakukannya. Karena dengan menunda sama artinya dana yang terkumpul akan semakin sedikit.

  • Menentukan Jumlah dana yang digunakan. Karena merasa dana pendidikan bukan sesuatu yang mendesak dan bisa ditunda maka banyak yang mengabaikannya. Terutama ketika menentukan jumlah yang digunakan untuk dana pendidikan nantinya. Sebenarnya dengan menentukan jumlah dana pendidikan yang akan disisihkan setiap bulannya tentu akan masuk perencanaan keuangan sebagai pengeluran yang harus dibayarkan. Dengan begitu akan semakin menguatkan komitmen untuk menyiapkan serta mengumpulkan dana pendidikan.

  • Menabung. Menabung adalah salah satu cara yang paling penting untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Ada beberapa cara menabung yang digunakan mulai dari cara konvensional yaitu menabung di celengan juga menabung di bank. Dengan berjalannya waktu menabung di celengan tentu banyak resiko yang harus dihadapi. Terlebih dengan menabung uang kertas ada kemungkinan uang akan termakan rayap. Belum lagi dari segi keamanan. Tentu dengan adanya uang tunai dirumah bisa mengundang tindak kejahatan. Apalagi jika jumlahnya sangat besar. Belum lagi jika sampai terjadi bencana alam seperti banjir atau mungkin kebakaran, maka uang yang ditabung akan habis ikut hilang. Berbeda jika menabung di bank. Semua resiko kehilangan uang akibat dari kejahatan, bencana alam dan dimakan rayat dapat terhindarkan.

 Banyak masyarakat yang enggan menitipkan uangnya ke bank karena takut hilang jika bank tempat menabung gagal dalam operasi sehingga harus ditutup. Padahal setiap bank yang beroperasi di wilayah Indonesia, baik berupa bank konvensional, Bank Syari’ah maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) wajib menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan menjadi peserta LPS dana nasabah akan dijamin dan nasabah dapat mengklaimkan tabungan jika sewaktu- waktu bank mengalami kegagalan. Yang perlu diingat adalah ketika menabung dibank, kenali dulu bank tersebut apakah telah menjadi peserta LPS apa belum. Bukti kepersertaan LPS suatu bank ditandai dengan adanya stiker LPS di kantor bank. Selanjudnya yang perlu diperhatikan adalah jenis tabungan yang akan kita gunakan. Ada bermacam- macam jenis tabungan, dari mulai tabungan konvensional, deposito juga tabungan khusus untuk anak. Dengan memahami beberapa poin diatas sebelum menabung, tentu akan memudahkan serta semakin membuat tenang karena #LPSSahabatNasabah

Sebenarnya masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini. Tentu setiap keluarga mempunyai kebijakan serta aturan tersendiri tergantung dari situasi kondisi. Kalau keluarga Anda apakah telah menyiapkan dana pendidikan untuk anak?

3 comments:

  1. Sepertinya deposito masuk ya... terkadang ada rada takut tidak bisa konsisten buat nabung nya.

    ReplyDelete
  2. Ternyata mbak anis orang tua yang bijak ya. Merencanakan masa depan anak dengan baik.
    Karena saya blm berkeluarga, sementara merencanakan kapan nikah aja😁😁😁

    ReplyDelete
  3. Penting banget mbak. daripada pas mepet masuk sekolah, iya kalo ada dananya, kalo ga kasihan anaknya. jadi menyiapkan sejak dini sangat diperlukan...

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D