Wednesday, 12 April 2017

# Keluarga

Suami Melakukan Pekerjaan Rumah, Yes Or No



Tak ada yang bisa menyangkal bahwa pekerjaan ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang tak ada habisnya. Dari mulai membuka mata sampai menutup kembali, bahkan kadang tidur pun masih dibangunkan oleh pekerjaaan yang tidak terselesaikan. Apalagi yang telah tinggal sendiri tidak ikut orang tua lagi, mempunyai balita dan tanpa asisten rumah tangga pasti bisa merasakannya. Jangankan untuk santai sambil tiduran, selonjoran saja merupakan sesuatu yang langka. Meski begitu masih saja tidak ada beres- beresnya.

Menurut saya manusiawi kalau sesekali seorang ibu mengeluh karena lelah. Kalau anda termasuk, samalah seperti saya. Namun mengeluh saja apakah pekerjaan rumah tangga akan selesai?, tentu tidak bisa- bisa malah semakin mengantri panjang untuk diselesaikan. Kalau kondisi sudah mengkawatirkan bak rumah seperti kapal pecah, maka bisa juga bernegosiasi dengan pasangan yaitu suami untuk membantu pekerjaan rumah tangga.

Tidak semua suami paham lho bagaimana pekerjaan rumah tangga sehingga kadang ada yang mengira bahwa istri hanya dirumah (tanpa bekerja diluar rumah) tetapi rumah berantakan. Disitulah perlu mengkomunikasikan bahwa banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalau sudah begitu serta suami paham yuk berbagi tugas pekerjaan rumah tangga dengan suami.

Terus apa saja pekerjaan yang bisa dilakukan suami dalam rumah tangga?. Kalau bagi saya, suami melakukan pekerjaan rumah tangga adalah sebuah bentuk bantuan. Jadi pekerjaan yang memungkinkan bisa didelegasikan ke suami dan tidak membuatnya terberatkan karena bagaimana pun suami telah bekerja diluar rumah. Ada beberapa pekerjan yang bisa dilakukan suami dirumah :

Bermain dengan anak. Sudah kewajiban suami istri untuk mendidik dan merawat anaknya. Namun untuk bermain dengan anak kadang suami jarang sekali melakukannya. Ada yang pulang kerja langsung istirahat. Ada yang langsung bergabung dengan teman komunitasnya. Ada pula yang suami yang sibuk dengan smartphone-nya. Padahal dengan bermain dengan anak banyak sekali manfaatnya terhadap sang anak. Tidak lupa bagi istri, ketika anak ada yang menemani bermain itu artinya istri bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga lebih cepat karena tanpa gangguang anaknya.

Mencuci Baju. Bisa dibiilang mencuci termasuk pekerjaan yang cukup berat. Dari mulai mengucek sampai pada proses melipat baju setelah kering membutuhkan waktu yang lama dan ekstra tenaga. Apalagi mencucinya dilakukan secara manual dengan tangan. Akan sangat membantu jika suami bisa melakukan pekerjaan mencuci baju.

Membersihkan dan merapikan Rumah. Bagi yang memiliki bocil a.k.a. bocah kecil rumah bersih dan tertata rapi adalah sesuatu yang langka. Bukan karena penghuni malas membersihkannya namun eksplorasi yang dilakukan anak- anak yang membuat rumah menjadi berantakan. Sebentar dibersihkan dan dirapikan sebentar saja sudah menjadi kapal pecah. Saya sendiri menganggap membersihkan rumah bukan pekerjaan yang urgent sehingga mengancam kelangsungan anggota keluarga. Artinya jika ditunda atau tidak dilakukannya hanya menahan untuk bisa menerima kenyataan bahwa rumah berantakan. Tidak sampai membuat kelaparan seperti jika memasak ditunda atau mencuci yang akan kehabisan pakaian. Sehingga akan membantu jika suami bisa membersihkan rumah sekaligus merapikannya sehingga rumah tak layaknya kapal pecah

Meskipun suami bisa membantu pekerjaan dalam rumah tangga tapi tetap saja ada pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu yang hanya bisa dilakukan istri, misalkan memasak. Ada memang suami yang ahli dengan urusan meracik bumbu, namun sangat banyak hanya sekedar mengoreng menjadi sesuatu yang menakutkan bagi mereka. Jika dipaksakan suami melakukannya, bukan saja rasa masakan yang tidak terdefinisikan tetapi keselamatan juga mengkawatirkan.

Membantu pekerjaan rumah tangga bagi suami bukan pada kesetaraan peran antara suami dan istri sehingga mengaburkan bahwa suami pemimpin rumah tangga tetapi lebih pada membangun “My Family My Team”, dalam keluarga. Dengan begitu akan banyak hal baik yang dilakukan bersama termasuk ketika suami membantu pekerjaan rumah tangga.

10 comments:

  1. Aku "yes"
    Suami g pernah keberatan membantu pekerjaan rumah. Saat istri sakit/melahirkan dian ngebantu banget. Tapi sebisa mungkin saat kondisi normal aku sebagai istri menyelesaikannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana pun porsi suami hanya untuk membantu jd sebisa mungkin istri tetap menyelesaikan.

      Delete
  2. iya sih mba, setuju. ini bukan soal kesetaraan atau bukan ya, tapi soal manusiawi aja. kalau ada yng lagi senggang why not. Eh tapi saya lihat sekarang makin banyak suami yang peduli. Berbeda dgn zaman lalu yg memang atriarki banget mungin karena sekarang sudah pada sekolah dan open minded ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kesetaraan tapi sebagai bentuk kasih sayang suami istri

      Delete
  3. sekarang aku menyadari bahwa pekerjaan istri mngurus rumah jauh lebih berat dari pekerjaan suami yg di kantor .......

    ReplyDelete
  4. Wakakakkaa.. nguakak aku, inget kalo rumah kontrakan gak pernah beres juga. Setiap rapi bentar langsung mainan berantakan dimana mana, kata si mas sih, bukan anaknya yang harus disalahin, tapi ibunya kurang rajin. Bisa sempor kalo gitu caranya muahahah.. tapi dia sering bantuin juga sih, cuci piring, ngepel juga 😂

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D