Sensory Play Dengan Finger Painting aniskhoir.com

Tuesday, 25 October 2016

Sensory Play Dengan Finger Painting





Tak dapat dipungkiri, orang tua ingin buah hatinya sehat, cerdas dan tumbuh sesuai milestonenya. Sehingga berbagai cara pun dilakukan, termasuk dengan memberi stimulasi yang dibutuhkan si buah hati. Dari mulai hal sederhana sampai stimulasi yang membutuhkan alat dan biaya. Dari sekedar mengajak buah hati bicara sampai membawanya ke ahli tumbuh kembang anak. Apapun stimulasi tersebut, tentunya harapannya adalah dapat memaksimalkan tumbuh kembang buah hatinya.

Seperti yang saya sampaikan diatas, stimulasi dengan cara sederhana pun dapat dilakukan. Selain fokus mengajari bicara Baby Wan, menstimulasi motoriknya baik itu motorik halus maupun kasar juga menjadi prioritas saya. Kali ini saya mengajaknya bermain finger painting yaitu permainan menggambar menggunakan media semacam “cat” buatan dengan langsung dengan jarinya. Tanpa menggunakan alat pembantu baik itu pensil maupun kuas. Untuk bahan cat-nya pun, dengan mudah dapat kita temui di rumah kita.

Bahan : Tepung tapioka, sedikit minyak goreng, sabun pencuci piring, dan air secukupnya serta pewarna makanan. Sedangkan untuk media menggambar atau kanvasnya, saya menggunakan kalender dinding yang tak terpakai bagian sisi belakangnya. Alasannya, selain kertasnya tebal, permukaannya mengkilat juga daur ulang bahan yang tak terpakai. Lagi- lagi #emakhemat.

Baca juga tulisan :     6 Cara agar Balita Gemar Membaca

Cara membuat : Campur semua bahan kecuali pewarna makanan. Masak sebentar diatas api sedang sampai tepung tapioka berubah agak bening. Setelah itu angkat, kemudian pisah beberapa bagian tergantung dari banyaknya warna yang ingin dibuat. Terakhir, berikan warna dengan mencampur langsung pada adonan yang telah dipisahkan.

Cara bermain : Yang namanyaa finger painting yaitu melukis atau menggambar dengan jari atau tangan jadi langsung mengarahkan tangan si anak ke bahan main. Karena ini kali pertama Baby Wan bermain finger painting maka saya pun menunjukkan cara mainnya dengan menuntun tangannya. Awalnya Baby Wan,  menolak karena bersentuhan dengan tektur bahan yang agak lengket. Namun setelah di lukiskan di atas kertas maka baby Wan pun bermain dengan sendirinya.


Manfaat Finger Painting : Apapun yang kita lakukan walaupun sederhana diharapkan juga dapat bermanfat bagi tumbang (tumbuh kembang ) si kecil. Begitu pula dengan bermain finger painting.  Walaupun bahan main yang digunakan bisa dibuat sendiri, sederhana serta cara mainnya tidak susah, asal anak mau menggambar atau mencoret- coter tepatnya, finger painting bisa digunakan kegiatan si kecil d rumah.

  1. Melatih koordinasi otot tangan dan mata. Gerakan tangan anak serta focus mata ketika menggambar menstimulasi anggota tubuhnya untuk mampu berkoordinasi dalam melakukan pekerjaan. Tidak hanya itu saja, dalam mengkoordinas anggota tubuhnya anak dilatih untuk berkonsentrasi
  2. Mengenal warna. Dengan menggunakan berbagai macam warna, anak- anak dapat bermain sekaligus mengenal warna. Bisa juga finger painting digunakan untuk pencampuran warna yang menghasilkan warna baru. Sehingga dalam permainan ini nak akan juga akan belajar sains sederhana tentang  perubahan warna.
  3. Melatih motorik halusnya. Dengan melukis diatas kertas dengan tangan, otomatis otot tangan bergerak. Sehingga motorik halus anak pun dapat dilatih.
  4. Menstimulasi daya kreatifitasnya dengan menggambar apa yang dia suka. Menggambar merupakan ekspresi dari apa yang dipikirkan seseorang. Termasuk juga anak- anak. Kita pun dapat mengetahuai apa yang diinginkan atau dipikirkan dari apa yang digambarkan. Sehingga disebuah TKIT yang pernah saya temui,  terdapat kegiatan jurnal pagi, dimana setiap anak sebelum memulai kegiatan di sekolah, diminta menggambar apapun yang dirasakn di kertas HVS yang telah disediakan. Dari situ guru mengetauhi apa yang dirasakan anak, serta sebagai bentu penuangan perasaan sang anak yang dimungkinkan jika tidak diungkapkan bisa mengganggu konsentrasi serta mood selama belajar di sekolah. Selain itu, dengan jurnal tersebut juga mengasah kemampuan kognitifnya yang bermanfaat sekali dalam kemahiran calistung di tingkatan pendidikan selanjudnya (baca: Sekolah Dasar).
  5. Berani mencoba hal baru. Sesuatu yang baru kadang anak- anak jarang mau untuk mencobanya. Apalagi berkaitan dengan sesuatu benda dengan tekstur yang lengket. Anak yang terbiasa bersih akan menolaknya. Yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah memotivasinya untuk mencoba. Ketika anak berani mencoba, memberinya penghargaan walaupun hanya berupa ucapan merupakan hal yang sangat penting. Dengan begitu anak- anak akan termotivasi untuk melakukannya kembali pada sesuatu yang baru dilain waktu.

Tulisan Lainnya : Bermain Ublek

Setiap selesai membuat kegiatan bersama Baby Wan, dan dia kemudian dengan bangga terhadap hasil karyanya. Kemudian saya berpikir, sekarang bukan hanya Baby Wan yang akan belajar mengenal dunianya dengan kami (saya dan keluarga) yang mendampinginya, tetapi saya terkhusus sebagai ibunya harus lebih kreatif, inovatif dan belajar lagi tentang berbagai hal yang baru untuk mengimbangi Baby Wan dalam mengeksplor lingkungan.

3 comments:

  1. Bermanfaat tipsnya, Mbak... Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak untuk kunjungannya

      Delete
  2. Wahhh...bisa dicoba ini, Bun. Makasih tipsnya. :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D