Sensory Play Dengan Ublek

Tuesday, 16 August 2016

Sensory Play Dengan Ublek


Mempunyai balita itu dunia jadi pelangi. Penuh warna dan bagi yang melihatnya jadi bahagia. Bagaimana tidak, kelelahan dengan urusan domestik rumah tangga hilang begitu saja hanya karena senyumnya. Belum lagi “hadiah” yang di berikan sang balita dengan berbagai pengetahuannya yang tak kita sangka-sangka. Karena rasa ingin tahunya yang luar biasa tak jarang rumah berubah bak kapal karam yang tak bertuan.


Dunia anak tak dapat dipisahkan dengan bermain. Karena dari sana anak merasa bahagia, mengenali lingkungan sekitarnya dan mengeksplor lebih jauh apa yang ingin diketahuinya. Sebagai orang tua tentu berharap apa yang dimainkan anak bisa membuatnya gembira serta menstimulasi tumbuh kembangnya secara optimal. Meskipun kelihatannya permainan dan bahan main sederhana namun jika orang tua dapat membimbingnya akan sangat berguna bagi anaknya.

Kali ini saya akan berbagai tentang bermain ublek. Biasanya di sekolah kelompok bermain maupun Taman Kanak- Kanak sering menggunakan ublek sebagai media belajar di sekolah. Tetapi sesungguhnya permainan ini juga cocok untuk batita. Untuk bahannya pun biasanya ada di dapur. Bisa di bilang “sambil persediaan untuk makanan, bisa juga untuk bahan main anak”. Sehingga dengan mudah dapat membuatnya di rumah.

Bahan : Tepung tapioca, pewarna makanan, air
Alat : Nampan.
Cara main : Campur semua bahan di nampan, dengan penambahan air sedikit demi sedikit. Usahakan anak di ajak untuk mencampur dari awal permainan. Sehingga anak bisa membedakan tekstur awal dari tepung kemudian menjadi lengket setelah di beri air
Selanjudnya anak akan senang mencampur sendiri. Apalagi ketika di ajak membuat hujan- hujanan dengan cara tangan yang penuh dengan ublek di angkat ke atas. Tetesan ublek menjadi Sesuatu yang menarik buat anak. Bahkan Wan pun sampai memasukkan juga kakinya ke nampan ublek :D.

Kalau bicara manfaat bermain ublek banyak sekali, diantaranya :
  1. Anak mengerti tekstur lengketnya ublek dan lembutnya tepung tapioca kering.
  2. Bahasa : anak akan mendapatkan kosa kata baru : ublek, lengket, warna, dll.
  3. Motorik : anak dapat melatih motorik halusnya dengan ublek.
  4. Kognitif : anak belajar macam- macam warna
Bermain ublek ini akan membuat anak penuh dengan tepung adonan. Sampai- sampai wajah pun bisa jadi sasaran. Seperti Wan yang saking asyik dan penasarannya, nampannya dia angkat ke wajahnya. Sehingga si emaknya pun tak sempat mengabadikannya lewat kamera, Karena segera membuat pertolongan pertama eh maksudnya membersihkannya. Jadi saran main ublek sebelum mandi ya, jadi sekalian bebersihnya. Selain itu pengawasan ekstra dari orang tua perlu banget. Meskipun semua bahan aman jika termakan, namun tetap saja harus berjaga- jaga untuk sesuatu yang tak terduga.

Tentang namanya kok “ublek”, saya termasuk yang penasaran. Ternyata tuh nama dari orang bule, alias permainan ini made impor. Meskipun dulu ketika masih ngajar sering menggunakan ublek, tapi gak kepoin penemu ublek yang aslinya tulisannya “oebleek”. Yang kepo silahkan googling sendiri, lagi malas jelaskan*dilempar_uang


Bagaimana Mam, Bu, Bun..yuk ah ajak si kecil berkotor- kotoran yang bermanfaat, bukankah kata iklan “kotor itu baik?”. Selamat mencoba.

5 comments:

  1. Senangnya Wan punya ibu yang kreatif ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hyaaa..
      ibu pengangguran yang kurang pekerjan mbak Ran

      Delete
  2. Terima kasih udah sharing ide sendry plyanya buat referensi mainan anakku nih :D

    ReplyDelete
  3. Aku pikir nama "ublek" diambil dari aktivitas meng-ublek-ubleknya.. :v

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D