Membuat Resolusi, Pentingkah?

Wednesday, 23 December 2015

Membuat Resolusi, Pentingkah?

Foto: dari sini
Bagi yang suka belanja ke mall, di akhir tahun begini bisa gelap mata dengan diskon yang seabrek dan super besar. Penghobi jalan-jalan pun tak ketinggalan, destinasi wisata menawarkan aneka promo dan program.


Tentunya yang suka blogwalking, seolah blogger sehati bikin postingan resolusi. Dengan berbagai target yang berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama. Ingin terkabulnya resolusi yang dibuat ditahun yang baru. Terus, penting kagak sih sebenarnya resolusi itu?

Masalah penting tidaknya, tergantung pribadi masing- masing. Bisa dikatakan resolusi itu relatif. Bagi seseorang resolusi itu penting dan kudu harus di buat untuk menyambut tahun baru. Tujuannya untuk mempermudah menjalani tahun berikutnya. Bukannya apa- apa, dengan resolusi target bisa lebih mudah terlaksana karena mempunyai acuan tertulis secara step by step. Dan yang namanya manusia, suka luping alias lupa- lupa ingat. Jadi resolusi tahunan sekaligus sebagai ajang pengingat terhadap tujuan yang akan dicapai.  Lain ceritanya yang menganggap bahwa hidup adalah seperti air mengalir. Dibiarkan saja sampai takdir mempertemukannya dengan hal- hal yang tidak terduga. Sehingga resolusi tidak dibutuhkan. Bisa juga resolusi malah menjadi beban bagi kelangsungan hidupnya.

Bagi saya, menjadi tipe yang pertama adalah keharusan. Artinya resolusi itu perlu bin penting dibuat. Tidak mesti kok harus menunggu awal tahun baru, karena resolusi tergantung apa yang menjadi target yang akan dicapai. Awal tahun baru menurut saya hanya sebuah momen berjama’ah sekaligus pengingat sejauh mana pencapaian resolusi yang dibuat sebelumnya. Ada lagi sih, dengan menuliskan resolusi target atau mimpi kita seolah terpampang nyata sehingga mempermudah mewujudkannya. Pinjam kata- kata motivasinya Andrea Hirata “ tulislah mimpi itu, maka Tuhan akan merangkulnya menjadi nyata”.

Terus resolusi seperti apakah yang akan di buat?. Kembali lagi, RELATIF. Karena keinginan, harapan dan mimpi setiap orang tentunya berbeda- beda. Yang jadi catatan saya pribadi di resolusi tahun yang akan datang, tak hanya target jasmaniah dengan warna- warni kebutuhannya tapi yang penting juga target ruhiah. Ibaratnya semakin kita meneguk air laut maka akan semakin haus. Begitulah, jika semakin memperturutkan target yang entah karier, kekayaan, jabatan atau entah berantah yang berbau hedo, akan semakin menggelapkan mata terhadap dunia itu sendiri. So, tentunya harus bijak untuk bikin resolusi sehingga hidup lebih berkualitas ditahun berikutnya.

Eits, sedari tadi membahas sana- sini tentang resolusi. Sebenarnya makna resolusi sendiri apa sih?#telaaatt. Supaya tidak menimbulkan makna yang ambigu bagi pembaca, bisa disimpulkan secara garis besar dan menurut pemahaman saya yaitu pernyataan secara tertulis untuk mencapai suatu hal secara sungguh- sungguh. Ada dua poin yang perlu di garis bawahi yaitu pernyataannya tidak sekedar di ucap tetapi dituliskan. Poin yang kedua, diwujudkan dengan kesungguhan. Sudah jelaskan.


Sekarang tunggu apalagi, nyokkk kita sambut tahun baru tak sekedar dengan terompet dan pesta kembang api. Etapi lengkapi keberkahannya tahun baru dengan resolusi yang bermutu. Berangkatttt…

4 comments:

  1. Saya udah membuat resolusi bulan kemarin. Hehehe. BTW, sudah follow blognya, ya? ;)

    ReplyDelete
  2. Saya juga sering buat resolusi, namun hampir 60%-nya pasti melenceng jalur, opsi harusnya juga disertai plan A/B/C

    ReplyDelete
  3. resolusinya apa ya..sebanyak apapun yang penting semua terwujud sih hehe

    ReplyDelete
  4. Seringnya melenceng juga huhuhu... tapi tahun ini niatnya semua tercapai aamiin :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D