Tuesday, 25 March 2014

Tentang Khansa

20:31:00 24 Comments
Mempunya nama cantik bagi buah hati menjadi keinginan setiap orang tua. Begitu juga suami, meski kami sekarang belum diberi karunia buah hati, namun sebuah nama telah dipersiapkan. Heran juga saya mendengarnya. Siapapun namanya terserah saya sebagai ibunya, asalkan syaratnya panggilan harus Khansa. Lucu juga kan?, apalagi nama panjangnya tak ada kata Khansa sama sekali. Sungguh paksaan yang mengherankan.

Sunday, 23 March 2014

Susu Dalam Nila

23:20:00 0 Comments
Bagaimanapun lingkungan memberi pengaruh extra besar bagi perkembangan dan cara pandang seseorang. i laut yang penuh gelombang di butuhkan pelaut ulung untu bisa survive sampai ke dermaga tujuan. Begitu juga kehidupan, ketika seseorang tumbuh dilingkungan tanpa tantangan pada akhirnya akan mudah menyerah bila ada sedikit badai datang.

Bagi saya, hidup sepertinya biasa- biasa saja. Dibesarkan di keluarga yang harmonis meski hidup dengan serba pas- pasan. Sekolah pun dengan di bantu mas dan mbak ku (karena bapak sakit) tidak sampai seperti kisah mengharuskan di sinetron yang menjual pisang goreng untuk biaya sekolah. Begitupun kuliah, walaupun dengan biaya sendiri namun tempat kerja yang kondisif membuat semua berjalan mulus. Sepertinya saya tertutup dengan realitas yang ada di sekitarnya.

Bagi suami berbeda ceritanya. Pengalamannya yang kontras dari masa ke masa melahirkan banyak cerita. Dari kecil yang di didik dg cara pondokan (karena nyantri di Tebu Ireng)

Thursday, 6 March 2014

Dia Bukan Kekasihku

18:47:00 25 Comments


       Withing Tresno jalaran soko kulino. Benar juga pepatah jawa tersebut, dan saya sekarang merasakannya. Kebiasaan saya menggunakan motor untuk kerja, belanja, atau pulang kampoeng sekalipun membuat kecintaanku pada kendaraan umum mulai luntur. Apalagi kendaraan yang bernama bis terutama. Jika jarak yang ditempuh cukup jauh bisa menggunakan PATAS dengan AC dan tempat duduk yang nyaman. Namun beda jika jaraknya tidak jauh, pasti mendekati bis saja akan diusir oleh keneknya. Ugal- ugalan, penuh sesak dan tentu bau yang khas (baca: bau keringat, rokok, atau bahan bakar) menjadi perhatian tersendiri ketika hendak memutuskan naik bis.