"FA, Kamu Mau Di Jemput?"

Saturday, 21 September 2013

"FA, Kamu Mau Di Jemput?"

         Kematian telah menjadikan ketakutan tersendiri temanku yang bernama Fa atas lingkungan. Kematian pamannya yang secara tiba- tiba dan si paman inilah yang selalu mengantar Ifa berangkat kerja, kadang sesekali juga menjemputnya. Perasaan terkejut bahkan ketakutan yang tak dapat di definisikan dengan akal sehat kerap kali menghampiri. Terutama ketika sendirian, meskipun  tempat itu akrab dengan kehidupannya.

         Suatu hari Fa harus lembur menyelesaikan tugas kantornya. Sementara teman- teman telah pulang duluan.  meski bulu kuduknya mulai berdiri, Fa mencoba bertahan dengan keyakinan tak akan terjadi apa- apa dengan doa. Ketika keberaniannya berada di titik klimak, kemudian ada sebuah pesan masuk di ponselnya.

"FA, kamu mau dijemput", betapa terkejutnya membaca beserta melihat nomer pengirimnya yang ternyata nomer tersebut adalah nomer pamannya yang meninggal. Perasaan takut segera meyergap. Kabur dari kantor segera dilaksanakan.
"Di jemput, maksudnya paman apakah saya dijemput untuk mengikuti kepindahannya ke alam lain?" Pikir fa. "Jangan jemput aku, aku belum menikah. huhuhu", doa  Fa ketakutan.

          Ternyata nomer pamannya yang telah lama tidak terpakai di pakai putrinya yang kemudian di gunakan untuk mengirim pesan pada Fa. Kata sepupunya Fa sih itu sengaja dilakukan untuk menggoda Fa. Bagaimanapun tidak ada orang yang meninggal alay yang tetap menggunakan hanphone meskipun telah di alam sana..
Ada- ada saja..

2 comments:

  1. wah .. kebayang betapa terkejutnya Ifa Saat itu ya mbak

    ReplyDelete
  2. hehehe, iya mbak. makanya ketika dengar ceritanya ya kasian ya lucu juga

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D