Menemukan "LAISA 2"

Sunday, 23 June 2013

Menemukan "LAISA 2"

Membaca novel Bidadari- Bidadari Surga, pemberian  Alfath, saya sangat terpesona dengan ceritanya. Apalagi sosok Laisa yang rela berkorban demi kesuksesan adik-adiknya. Namun yang membuat saya menuliskannya disini bukan tentang keberhasilan dalam membantu keluarganya, namun keterbatasan fisik yang tetap membuatnya berprestasi.Dan, yang paling jarang orang bisa lakukan adalah tetap bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan.

 Diusianya yang empat puluhan, tetap dalam kesendirian. Cobaan yang banyak dari wanita tak sanggup menjalaninya. Begitu juga dengan teman saya, yang saya panggil dengan Laisa 2.

Secara fisik tak jauh beda yang didiskripsikan dalam novel bidadari- bidadari surga. Postur tubuhnya yang kecil setinggi anak kelas 2 SD, banyak yang tak menyangka kalau usianya telah seperempat abad. Sama seperti wanita yang mulai dewasa, kerinduannya akan menikah sangatlah besar. Apalagi tuntutan lingkungan, dan keluarganya yang menginginkan pernikahan bisa segala terlaksana. Apalagi ketika mendengar teman yang usianya dibawah dia menikah, ada raut sungguh menginginkan hal yang sama.

Beberapa proses pernah dia jalankan. Namun ketika melihat foto banyak yang menerima, namun ketika proses nadzor, bisa di tebak banyak yang mengundurkan diri. Sampai kadang dia merasa putus asa untuk bisa dipertemukan dengan jodohnya. Kadang saya juga merasa sedih, namun yang dapat saya lakukan hanya berdoa dia segera dipertemukan dengan jodohnya.

Diakhir, saya tersentuh dengan epilog novel Bidadari- bidadari Surga :
"Yakinlah, wanita- wanita sholihah yang sendiri namun tetap mengisi hidupnyadengan indah, berbagi, berbuat baik dan bersyukur, kelak di akhirat akan menjadi bidadari- bidadari surga. Dan kabar baik itu pasti benar, bidadari surga cantiknya luar biasa.- Epilog, Novel " bidadari- bidadari surga"


19 comments:

  1. kapan bis abaca novelnya langsung ya ? :)

    ReplyDelete
  2. Mbak Ely harus baca novelnya, tentang perjuangan, keikhlasan dan cinta. pokoknya sueruuuu...

    ReplyDelete
  3. wah pasti novel yang menggugah semangat...jadi pengen membacanya... :)

    ReplyDelete
  4. kangfarhan juga harus baca nih novel..
    sangat menginspirasi, walau tokoh sentralnya tentang perempuan yaitu Laisa, namun perjuangan adik laisa yg 3 orang adalah pria patut menjadi teladan..:)

    ReplyDelete
  5. wah .... jd tambah kepo :)

    btw, sudah siapkah buat jadwalnya besok hari rabu ? cek imel ya, makasih byk :)

    ReplyDelete
  6. hahahay..

    okey mbak,..langsung ke TKP. :D

    ReplyDelete
  7. semoga bisa dipercepat jodohnya ya dan ada yang bisa menerimanya apa adanya :)

    ReplyDelete
  8. @papapz : amiin, karena wanita dalam penantian banyak sekali godaannya, begitu juga kah dengan laki- laki?

    ReplyDelete
  9. sama saja mbak.. hehe saya pernah mengalaminya dulu :D

    ReplyDelete
  10. Berarti jamannya pak papapz juga mengalami GALAU ya?, kirain sekarang2 aja karena istilah Galau lagi booming, hehehe #peace

    ReplyDelete
  11. ya iya atuh.. saya galau lah saya kan masih muda belia hehe

    ReplyDelete
  12. Hai Anis, cek imel lagi ya, makasih byk :)

    ReplyDelete
  13. mbak Deva : iya mbak, bagus banget :)

    ReplyDelete
  14. semoga segera dipertemukan dengan jodohnya.

    ReplyDelete
  15. @ari : iya tapi tetap bagusan baca novelnya.

    ReplyDelete
  16. @ fifin : itulah doa saya sebagai temannya

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D