Wednesday, 29 May 2013

Ambigu atau Relatif ?

23:09:00 2 Comments

Sudah menjadi tabiat manusia untuk selalu berdebat. Entah itu untuk urusan yang memang harus di cari penyelesaiannya sehingga perdebatan diperlukan atau hanya debat kusir yang tak tahu pangkal dan ujungnya. Yang jelas, sudah menjadi sunatullah adanya perbedaan di muka bumi ini, begitu juga perbedaan paradigma seseorang dalam melihat sesuatu. Semua itu pengaruh dari intelektualitas, lingkungan serta filosofi hidup seseorang. Kalau sudah begitu, akan berlaku hukum relatif tentang suatu, kecuali syari’at yang pokok yang telah ditentukanNya.

Wednesday, 22 May 2013

Pertanyaan Kehidupan

13:20:00 4 Comments

“Nis, kapan undangannya datang?”, itulah pertanyaan yang dulu selalu muncul ketika bertemu orang lain. Entah sebagai basa- basi atau ada keseriusan berharap saya segera dipertemukan dengan jodoh. Dan, sekarang pertanyaan itu tak ada lagi. Allah telah memperkenankan seorang lelaki yang Insyallah sholeh menjadi pendamping diri. Terus, kalau begitu tak adakah pertanyaan yang lainnya setelah menikah yang bisa dikatakan akan diucapkan orang ketika bersua dengan saya?.  Pembaca pasti mengerti akan ada lebih banyak pertanyaan yang menanti selanjudnya.
Tanpa

Saturday, 18 May 2013

Di Balik Mudik ( Tuban)

17:06:00 0 Comments



pantai boom terlihat dari atas
Kalau sudah bicara mudik, pastinya banyak cerita dan makna. Tak terkecuali mudik ku kali ini. Selain mudik perdana ke rumah mertua, juga menjelajah kota yang asing sebelumnya, sekarang justru menjadi kota kedua saya menjadikannya banyak cerita.
Mudik tak berwisata ke tempat eksotis kurang lengkap rasanya. Objek wisata yang menjadi andalan beberapa sempat saya kunjungi. Diantaranya masjid Agung Tuban, makam Sunan Bonang, Pantai BOOM,  Goa Akbar dan juga telaga air kedung kiter yang penuh ketenangan.

Wednesday, 8 May 2013

Backpacker "Amatiran"

09:48:00 2 Comments

Menjadi anak “jalanan” dan tahu dunia luar benar- benar saya rasakan setelah merantau di kota orang. Sebelumnya, saya tergolong anak rumahan. Pagi berangkat ke sekolah, selesai pulang ke rumah. Tak mengherankan jika ditanya tentang seluk beluk kota tahu , saya memilih menggelengkan kepala. Bukannya tak ingin berpetualang, karena agaknya jiwa itu telah ada di darah ini, namun rasa untuk bisa selalu dekat dengan bapak yang sedang sakit, selalu mengalahkan rasa segalanya.