Lebih Dekat dengan PMS

Sunday, 30 December 2012

Lebih Dekat dengan PMS






Gambar dari sini
Sindrom pra haid (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya . Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya . Pada sekitar 14 persen perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pramenstruasi dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Gejala PMS
 Psikologis :
 Gejala yang dialami berkaitan dengan psikologis biasanya ditandai adanya perubahan tingkah laku seperti perasaan sensitif, mudah tersinggung atau marah, cemas, gelisah, mudah menangis, suasana hati tidak nyaman, kelelahan, depresi, iritabilitas, kurang percaya diri, gugup, bingung, sulit berkonsentrasi, perubahan napsu seksual, gangguan tidur .
 Fisik :
 · Sakit pada payudara, kadangkala membengkak
 · Perut kembung, kram perut dan mual
 · Punggung terasa sakit dan panas, nyeri sendi, pegal dan leher tegang, sakit kepala
 · Tumbuhnya jerawat (terutama di daerah T)
 · Detak jantung tidak teratur dan berdebar-debar, sesak napas
 · Diare atau sembelit
· Nafsu makan terutama makanan asin/gurih dan manis meningkat.

Mengatasi PMS
 PMS memang bukan suatu penyakit. Melainkan hanya gangguan yang datang secara periodic bersamaan dengan datangnya menstruasi itu sendiri. Gejala PMS biasanya akan hilang setelah menstruasi datang, namun membiarkan rasa sakit sampai 10-14hari sebelum menstruasi datang, tentu sangat mengganggu aktifitas Anda. Untuk itu, perlu cara untuk mengatasi gejala ini, coba beberapa tips berikut;
· Mulailah olahraga.
Tak perlu yang berat-berat, cukup olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam dirumah. Biasakan untuk melakukannya rutin (3 kali seminggu selama 20-30 menit). Olahraga baik untuk melemaskan otot dan sendi serta mengurangi penimbunan cairan pada tubuh Anda.
 · Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, alkohol dan nikotin.
 · Minum hingga 8 gelas cairan setiap hari
 · Perbanyak konsumsi makanan yang bergizi
 · Untuk mengganti tidur malam yang terganggu, cobalah tidur siang paling tidak 30 menit.
· Usahakan agar tubuh dapat rileks. Lalukan rileksasi seperti menarik nafas dalam-dalam, berendam dalam air hangat, mendengarkan lagu-lagu dengan irama lembut, yoga.

 Pastikan tubuh dan fikiran Anda tenang dan nyaman, selama masa-masa PMS, untuk membantumengurangi gejala yang mengganggu. 
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_prahaid 
http://carapedia.com/mengenal_gangguan_pre_menstruasi_syndrome_info2024.html 



2 comments:

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D