Catatan Kecil Seorang Guru (Part 2)

Monday, 26 November 2012

Catatan Kecil Seorang Guru (Part 2)

Tiba- tiba, Merindukannya



Alya namanya. Gadis kecil dengan pipi gembulnya. Rambutnya yang dipotong di bawah telinga rapi, dan kulitnya yang putih bersih semakin membuatnya cantik. Atau lucu tepatnya. Kadang aku lebih suka memanggilnya Dora. Karena kadang dari gaya dan tingkah lakunya mirip serial tv untuk anak Dora The Explorer.
Bagiku dia sangat berarti. Ada rasa tersendiri ketika hari-hari bersamanya. Alya tak menganggapku lagi sebagai seorang guru, tapi tepatnya lebih pada seorang ibu. Ketika saya sedang sibuk, dengan pertanyaan polosnya dia akan bertanya “Ustadzah sedang apa?”, dan biasanya akan segera aku tanyakan padanya, apa dia bersedia membantu. Dengan gembira Alya pun membantu.
Pernah suatu kali dia menemukan sebuah brosur properti. Dengan lugunya dia pertanya, apakah ini
rumah saya. Dengan seenaknya saya jawab iya. Besoknya bisa di tebak. Uminya bilang alya bercerita tentang rumahku, dan ingin kesana. Anak kecil memang begitu cepat menyerap informasi yang dia dapatkan.
Tiba-tiba, aku merindukannya. Sekarang dia telah beranjak ke masa- masa sekolah dasarnya. Aku tak tahu apakah kelucuannya itu tetap seperti sedia kala. Masih banyak murid-murid ku yang telah beranjak besar. Dan seperti Alya juga aku kadang merindukannya.
Mengingat Alya, saya menyadari beginilah rasa seorang guru. Dan, akupun juga kemudian rindu dengan Guru-guru selama sekolah dulu.
  

2 comments:

  1. hemmm......ada pertemuan ada pula perpisahan.....yang penting bagaimana menggunakan waktu pertemuan itu dengan sebaik2nya........jika sesuatu itu begitu mengena maka ia akan mengingat dengan sendirinya.....suatu saat ia akan mencari ustadzahnya itu......keep spirit.....!!!!

    ReplyDelete
  2. menjadikan bermakna setiap peristiwa..:)

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D