November 2012 aniskhoir.com

Monday, 26 November 2012

Huhuhu...Mag Ku Kambuh.

Sepertinya lagi "Enter the wind". Perut mules banget. Pas lagi ikutan acara Munashoroh Palestina perut tidak mau kompromi. What wrong?.
Sampai besoknya, perut ini juga belum membaik. Malah rasa mual malah ikut nimbrung. Beberapa kali harus muntah, sampai rasa perut ini sakit akibat apa yang aku makan di paksa keluar lagi. Tapi dari situ aku ingat beberapa bulan yang lalu. Ketika penyakit anak kost ku kumat (mag), gejalanya persis seperti ini. Lebih parah bahkan. Sampai aku harus periksa ke dokter.

Catatan Kecil Seorang Guru (Part 2)

Tiba- tiba, Merindukannya



Alya namanya. Gadis kecil dengan pipi gembulnya. Rambutnya yang dipotong di bawah telinga rapi, dan kulitnya yang putih bersih semakin membuatnya cantik. Atau lucu tepatnya. Kadang aku lebih suka memanggilnya Dora. Karena kadang dari gaya dan tingkah lakunya mirip serial tv untuk anak Dora The Explorer.
Bagiku dia sangat berarti. Ada rasa tersendiri ketika hari-hari bersamanya. Alya tak menganggapku lagi sebagai seorang guru, tapi tepatnya lebih pada seorang ibu. Ketika saya sedang sibuk, dengan pertanyaan polosnya dia akan bertanya “Ustadzah sedang apa?”, dan biasanya akan segera aku tanyakan padanya, apa dia bersedia membantu. Dengan gembira Alya pun membantu.
Pernah suatu kali dia menemukan sebuah brosur properti. Dengan lugunya dia pertanya, apakah ini

Sunday, 25 November 2012

Cita-cita Itu Harus Di Tuliskan

Setiap orang mempunyai cita-cita atau harapan yang ingin diraihnya. Karena cita-cita tersebut kan menjadi motivasi yang sangat berharga dalam berjalan di kehidupan. Minimal mempunyai pegangan dalam melangkah dan mengambil keputusan. Namun ada juga orang yang jika ditanya apa harapan dan keinginannya dalam hidup ini?, jawabannya "biarkan hidup mengalir seperti air". Kalau saya mendapati orang seperti itu dengan segera saya balik bertanya, "bagaimana jika air mengalir ke comberan, apakah mau hidup kita seperti itu?".

Selalu Yang Terakhir

Selalu Terlambat, bisa dibilang penyakit kronis yang harus di terapi. Waktu kita reunian dengan teman SMP bertemu dengan salah satu teman yang sekarang mengambil S2 psikologis klinik.Teman tersebut dengan santai menjelaskan kalau penyakit yang satu ini bisa di terapi. Terus terang aku juga salah satu orang yang antusias mendengarkan. Bagaimanapun, sejak sekolah dasar sampai kuliah kalau dihitung-hitung tidak ada 100 hari tanpa daftar terlambat.
Masih ingat waktu SD dulu. Karena jarak rumah dengan sekolah sekitar seratus meter, maka saya hanya jalan kaki ke sekolah. Dan, masuk sekolah jam tujuh maka saya akan berangkat mepet sekali, sehingga hampir setiap hari aku harus berlari-lari

Thursday, 22 November 2012

Keikhlasan Mensyukuri Nikmat


 ‘’Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. dan dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia”” (QS AL-Hajj:65)

Kenikmatan yang diberikanNya begitu sempurna.Mengalir dalam setiap molekul darah,menyatu dalam napas kehidupan yang tiada henti.Setiap detik tak terhingga nikmat yang tertorehkan pada kehidupan makhlukNya. Dan, yang menjadi pertanyaan, sudahkan kita bersyukur atas segala nikmat itu?, Atau jangankan kita bersyukur, apakah kita telah menerima dengan ikhlas terhadap nikmatNya?.Jangan sampai kita menjadi makhluk  khufur dengan tidak berterima kasih terhadap segala pemberianya.

Catatan Kecil Seorang Guru (Part 1)


Jika kembali ke cita-cita masa kecil dulu, mau jadi apa saya nantinya, banyak yang ku sebutkan. Berganti- ganti sesuai dengan kondisi di mana saya berada. Waktu kelas empat aku pengen menjadi penjahit, karena mereka begitu berjasa ketika hari raya. Bisa buatkan baju untuk berlebaran. Rasanya mereka hebat sekali bagiku kala itu. Dan aku pun bilang pada emak, kalau ingin jadi penjahit. Emak pun hanya tersenyum mendengar keinginanku saat itu. Karena pikir emak pasti besok juga akan berubah. Dan betul, beberapa bulan kemudian aku ingin jadi perawat.

MISS KECAP

Menyukai sesuatu boleh saja, bahkan tanpa suka dan cinta tak akan indah dunia ini. Setiap orang punya favorit. Dari mulai makana, minuman, kegemaran, apapun itu tergantung dengan masing-masing pribadi. Dan, kesukaan itu relatif. Artinya kita tak bisa memaksa seseorang untuk menyukai apa yang kita suka, ataupun sebaliknya.
Bicara makanan,

Saturday, 17 November 2012

Karena KetentuanNya Indah pada waktunya


 Bukan dingin udara malam yang terasa, tapi pengap udara perkotaan yang memenuhi sudut kamar.Industri telah merubah segalanya.Manusia, alam, dan tentunya udara.Polusi sudah menjadi bagian dari kehidupan  metropolis yang tak terbantahkan.Sesuatu yang langka mendapatkan kemurnian udara seperti dulu.Itulah, harga mahal dari modernisasi.Yang mengganti gulita malam dengan terangnya neon disepanjang jalan.Serasa tak ada batas, antara dua ruang waktu malam dan siang.Meskipun begitu, KeagunganNYa tetap akan tampak.Dengan, sebuah bintang  kecil diufuk timur, serasa itulah cicipan keindahan JanahNya, dijadikan

Yang Ku mau Bukan Diri mu

Cerita gini, rasanya enak banget kan habis belanja di pasar, apalagi pasar tradisional dengan bau dan pengab yang tak bisa di tolerir kemudian ngadem di bawah pohoh. Ditambah es oyen yang sueger. Enak banget. Kebetulan penjual es oyen bersebelahan dengan penjual lontong balad. Biasanya sih kalau kita lagi kagak masak, makannya di situ. Maklum anak kos. Sukanya yang murah meriah. Dan, salah satu makanan favorit yang kami beli di situ adalah sate kerang. Melihat sate kerang terhidang di atas meja, aku dan temanku fafa

Sunday, 4 November 2012

Pepatah oh Pepatah

Kata pepatah seh gitu..."Berjalan sampai ke batas, berenang sampai ke pulau". Emang pepatah punya mulut ya sehingga bisa bicara?, atau pepatah itu siapa ya?. Dan itu semua pertanyaan gila yang gak perlu ada jawabannya. Tapi bukankah para penemu atau orang-orang pintar (bukan dukun lo ya) dulu sering dianggap gak waras dalam proses penemuannya?, sampai-sampai membaca cerita Einstain yang katanya orang pinter paling wahid, dahulunya sempat mengerami telur ayam karena pengen tahu proses menetasnya ayam.
Bicara pepatah, maka muncul di pikiran saya (kalau di buat kartun, pasti muncul gambar lampu di kepala, hehehe), kok ada pepatah dari mana ya?, apa ada konsensus dari dewan bahasa yang menyatakan kalau suatu kalimat bisa di sebut pepatah atau tidak.

Persahabatan

Jalan panjang itu

Telah terarungi langkah yang pasti
Bersama sahabat
Mengukir Jejak bersama di setiap jengkal masa
Dalam asa yang terbingkai di cerita kehidupan
Seolah
Kita adalah satu
Yang meleburkan kisah dalam ruang hati masing-masing
Dan
Engkaulah pelita dikala ku gulita
Menjadi penyejuk jelaga-jelaga jiwa
Begitu indah jika kita saling mengisi 
Bukan untuk membeci

Tentang Sebuah Keputusan


Kebahagian seorang sahabat adalah ketika sahabat yang sangat di sayanginya mendapatkan kebahagian. Seperti raga, jika salah satunya terluka maka, anggota badan lainnya juga merasakannya. Demikian dengan sahabatku kali ini, panggil saja dia Rina. Kebahagian yang tersirat dari wajahnya, membuat hati ini merasa senang. Gaun putih bersih yang di kenakan, dan di jilbabnya yang menjulur panjang di hiasi melati putih yang indah. Seindah pernikahannya dan tentunya prosesnya.
Teringat ketika dia datang ke kos dengan senyum malu-malu mengantar kan sesuatu.