Senyum Pak Pos

Thursday, 6 September 2012

Senyum Pak Pos

Profesi Pengantar surat, atau lebih di familiar  tukang pos bukan sesuatu yang populer lagi. Dulu mereka sangat di tunggu. Seperti waktu kecil dulu, kalau ada tukang pos datang ke desa, pasti semua mata warga desa tertuju padanya , kecuali yang lagi tidur, hehehe..Karena tukang pos menandakan ada kabar yang di bawanya. Entah itu surat dari sanak keluarga yang jauh di tanah rantau, atau bahkan dapat kiriman wesel.
Lagi- lagi itu dulu...Sekarang jaman telah berubah, arus teknologi komunikasi menjadikaan dunia semakin dekat. Ingin kabar keluarga, tinggal pencel nomor, tersambung deh suara orang yang ingin kita ajak bicara. Akan kirim uang, tinggal lewat ATM, lima menit sampai di tempat tujuan. Beres deh. Sehingga berjalannya waktu profesi mereka menjadi semakin terpinggirkan. Buktinya, siapa diantara pembaca yang pernah ke kantor pos atau mendapatkan surat dari tukang pos?, sudah jarang sekali kan...
Saya pribadi baru memperhatikan profesi pengantar pos setelah menjadi tema pembelajaran bagi anak didik ku. Temanya waktu itu  "Terima kasih Pak Pos". Tema sederhana, tapi sangat berkesan bagi anak-anak. Dari situlah anak-anak tahu bagaiman kerja pak pos dan jasa yang pak pos berikan. Dan, sejak tema itu setiap kali pak pos lewat depan sekolah, dan ketika anak-anak sedang main di depan, pak poslah yang jadi pusat perhatian. Teriakan mereka ternyata mendapat sambutan hangat dari pak pos. Sejak saat itu setiap kali lewat depan sekolah pak pos selalu tersenyum sambil membunyikan klakson. Aku paham hati anak senang sekali, dan kemudian mereka pun segera berlari ke arahku dan memberitahukan kalau baru saja pak pos lewat dengan penuh kebanggaan.
Hari itu ada rolling ustadzah. Maklum, ada dua lokasi sekolah dengan naungan satu yayasan. Seperti biasa pak pos lewat di depan sekolah. Kali ini bukan anak-anak dengan wajah sumringah datang ke arahku, tapi rekan kerjaku. Seperti anak-anak, senyum pak pos yang katanya mirip dengan pemeraan Azzam dalam Ketika Cinta Bertasbih membuatnya bahagia.
Jadi bingung sekarang, cocoknya untuk siapa ya tema "Terima kasih Pak Pos"?,  Gurunya atau anak didiknya?. Hhhmmmm

2 comments:

  1. waduhh....cocok untuk gurunya dunk......hemmmm....kalo pak posnya seganteng abdulloh khoirul azzam......ustadzahnya di jamin klepek 2 deh......xixixixixi.......

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D