Thursday, 13 September 2012

# Motivasi

Menulis, Menulis dan Menulis


Kok bisa ya penulis menghasilkan buku yang demikian tebal?. Atau, mau nulis diari saja susahnya minta ampun, bagaimana menjadi penulis?
Dan, masih banyak lagi pertanyaan ketidakyakinan kita kalau ingin jadi penulis. Padahal kata banyak penulis, penulis itu gampang. Tentu mereka telah ahli, tapi bagi pemula apa salahnya kita juga mengikuti pemikiran mereka (penulis), sehingga kita merasa menulis itu mudah banget.       
           
Pasti sahabat pernah mengalami hal yang samaa. Sebelum didepan layar laptop  ide bermunculan. Bahkan berlarian di awang pikiran. Rasanya akan mudah menangkapnya dan mencetaknya dilayar yang bernama microsoft word. Tapi begitu berhadapan dengan si word, semua ide kabur semua. Dan, kemudian jari diam tak mengerjakan apa-apa.
            Sahabat, Apakah kemudian kalian nyerah begitu saja?. Kalau setiap orang nyerah begitu saja, didunia ini tidak ada buku. Karena semua orang akan mengalami kesulitan mengawali suatu pekerjaan. Begitu juga dengan menulis. Karena penulis terkenal juga melalui proses panjang sehingga mahakaryanya diakui masyarakat luas.Contohnya saja JK. Rowling. Harry Potter tak akan dapat kita nikmati jika di tengah jalan penulisan, Rowling berhenti.Atau, ketika karyanya banyak di tolak oleh penerbit pun dia tak menyerah. Akhirnya kerja kerasnya terbayarkan.Dari hasil royalti buku karyanya  menempatkan sebagai wanita terkaya nomer 9 di Inggris
Kata Dr. Georgi Lozanov dengan “sugestopedia”nya perpendapat, yang terpenting dalam melakukan sesuatu yang belum pernah  di lakukan seseorang harus mempunyai sugesti positif .Artinya, kita harus yakin dahulu kalau diri kita hebat.Ada banyak potensi yang kita simpan dalam diri kita, sehingga lewat sugesti ini kita berikhtiyar habis-habisan untuk mewujudkan.Termasuk bagi kita yang ingin menulis, entah nanti hanya sebagai hobi, atau mengais pahala dan rizki melalui pena..
Kunci dari semua itu adalah konsistensi diri kita untuk menulis.Meski dengan satu hari satu kata,lihatlah keajaiban selama sebulan, atau setahun, kita akan mempunyai buku dengan nama pengarang kita sendiri,Bukankah hal itu sangat hebat..
Dan, hal yang patut menjadi perhatian kita adalah untuk lebih giat membaca.Karena membaca ibarat makanan yang menunjang setiap ide yang akan kita tuangkan dalam bentuk tulisan, sehingga bahasa kita banyak inspirasinya, dan selain itu kita dapat belajar dari para penulis bagaimana mereka meramu tulisan sehingga enak untuk dinikmati.Kata Asrul Sani, Dengan membaca satu buku berarti kita telah membuka satu pikiran pengarang.
So, Keeping Writing, Writing and Blogging.

2 comments:

  1. memang bener kok kdg pengen nulis, banyak ide di kepala berlari-lari berputar-putar, namun waktu mau nulis kabur semua kata2nya. Sebenarnya ada sedikit tips mengatasi kaburnya ide. Yaitu menuliskan semua ide2 tsb scr lgsung ke ms.word. Ga masalah acak adul. Lalu dibaca ulang keliaatan deh klo ternyata ide2nya ga se-tema. Lalu disusun dan jadi deh :D
    oiya.. Ide jg bs datang dsaat tdk dsangka. Kdg lg antri, lg makan d kantin, lg d kelas. Nah itu biasanya lgsg cpt2 dtulis dibagian buku tertentu (hahaha pasti catatanx bisa campur aduk ya :D), atau klo saya biasanya tulis hp lalu dsave sbg draft. Ntar klo ad waktu bs dkembangin :)
    oke, keep blogging :)

    ReplyDelete
  2. Ide yang beterbangan memang harus selalu diikat biar tak terbang kembali. seperti mbak Alfath saya juga sering menuliskan ide di draft hp, atau yang lebih sering selalu di tas ku terdapat buku kecil untuk mencatat berbagai ide dan ilmu yang kita dapatkan biar nantinya tidak lupa.

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D