Kampung Inggris yang Jauh dari Inggris

Sunday, 2 September 2012

Kampung Inggris yang Jauh dari Inggris


Mendengar kampung Inggris  jangan membayangkan sebuah desa yang berada di Inggris. Karena justru letaknya jauh dari inggris. Masih Indonesia kok. Atau, kampung yang mempunyai budaya yang mirip dengan inggris..Jelas bayangan anda akan keliru besar. Kalau masalah bahasanya, bisa dikatakan setengah-setengah benar (Lho kok?). Karena bagaimanapun kampung ini terkenal menjadi kampung Inggris karena di sana
banyak berdiri tempat belajar bahasa Inggris. Bagi yang mau memperdalam bahasa inggris baik vocab, writing, listening, dan teman- temannya di sinilah tempatnya.  Gak usah ragu masalah kualitasnya, karena sudah terbukti dan peserta yang datang berguru ke sini pun dari seluruh Indonesia. Masalah biaya, bisa di nego . Untuk lebih jelas baca uraiannya di sini...
Pare, merupakan sebuah kecamatan di kota Kediri. Diantara kecamatan-kecamatan lainnya, Pare termasuk yang paling menonjol. Selain pendidikannya dengan bahasa Inggris dan sekolah yang bagus juga adanya pasar yang lumayan besar  serta fasilitas publik yang lengkap menjadikan Pare menjadikan denyut nadi daerah sekitar (Bangga juga jadi warga Pare, hehehe).
Sebutan kampung inggris bermula dari pendirian BEC (basic English Course) oleh Mr. Kalend tahun 1977. Wahh, ternyata sudah tua juga ya, tapi tetap eksis dan program pembelajarannya pun masih ampuh unuk bisa ber-cas-cis-cus bahasa inggris. Karena peminat khursus semakin banyak, maka di sekitar BEC bermunculan tempat khursus baru. Bahkan sekarang, teman- teman jika ingin belajar secara maksimal bisa mencari asrama yang ada di sekitar kampung inggris. Di asrama itu, kita langsung dituntup untuk mempraktikan bahasa inggris yang kita dapat. Dan, tak jarang ibu asrama telah menyediakan makan, laundry dan keperluan peserta di asrama tersebut. Sehingga bagi teman- teman yang gak mau repot dan belajar maksimal asrama menjadi salah satu pilihan.
Untuk biaya hidup di Pare bisa di golongkan murah. Untuk sekali makan, teman- teman hanya merogoh kantong Rp. 3500, itu udah termasuk lauknya lho. Dan untuk trasportasi ketika berada di sana, biasanya ibu kos banyak yang menyewakan sepeda onthel. Asyikan...selain bisa mobile lebih cepat, bisa di gunakan untuk bersepeda di akhir pekan ke desa sekitar kampung Inggris. Tak kalah menariknya, desa di sekitar menyimpan sejarah. Yang terkenal terdapat Candi Surowono yang lumayan lah untuk bernarsis ria.
Bagaimana teman-teman, tertarik kan untuk belajar di Pare?
Tapi, ditulisan ku kali ini saya mohon maaf tidak bisa menyertakan foto-foto tentang Kampung Inggris dan sekitarnya, karena ketika posting lagi berada di perantaun,  stok foto juga lagi kosong.
Sekian dulu ya, moga bermanfaat infonya...  


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D