Tukang Becak

Monday, 6 August 2012

Tukang Becak

Bagi Mas Imam, kakak kandung ku entah ini ramadhan yang kesekian setelah masa kuliahnya. Bukan statusnya sebagai mahasiswa yang menjadikan selalu terkenang, tapi kemurahan Allah SWT, yang di berikan ebagai bentuk pertolongan.
Bermula kuliah di sebuah PTN yang jauh dari keluarga, dan tentunya uang saku yang menipis
membuat Mas Imam harus rela kerja sebagai sales door to door. Maklum kami yang tujuh bersaudara, dan tentunya bapak yang masih punya banyak tanggungan tidak bisa mengirim banyak uang untuk biaya hidup di rantauan. Beasiswa kala itu yang didapat juga tidak terlalu banyak. Dan, begitulah caranya menyambung usia di negeri rantau. Kerja serabutan dan asalkan halal.
Ramadhan, bulan penuh ujian dan barakah. Waktu itu Allah menguji mas ku dengan kekurangan. Sampai menjelang magrib tak satu pun barang dagangan mas ku yang laku. Dan, uang di saku pun sudah tak ada sama sekali, walau sekedar membeli air minum untuk membatalkan puasa /berbuka. Yang dilakukannya hanya beristirahat di dekat tukang becak yang sedang mangkal. Tiba- tiba tukang becak tersebut mengajak mas Imam untuk berbuka di warung dekat tempat tersebut. Sebenarnya ada rasa malu dan sungkan, mas ku yang pakaiannya necis ditraktir makan dan minum oleh tukang becak. Tetapi, mungkin ini pertolongan Allah yang memberi Mas Imam rejeki yang tak di sangka-sangka.
Setelah beberapa tahun, dan Mas Imam di terima di sebuah perusahaan pelayaran, janjinya dahulu untuk bisa membalas budi tukang becak itu mencoba Mas Imam laksakan. Tetapi, ketika kembali ke tempat tukang becak dahulu mangkal dan warung tempat Mas Imam di traktir makan, tak seorang pun yang tahu nama dan alamat tukang becak tersebut. Sebagai adiknya, ada haru yang sangat menyelimuti hati mendengar kisahnya. Begitu juga emak, sampai meneteskan air mata ketika tahu kisah Mas Imam dahulu yang baru-baru ini beliau dengar. Beliaupun mendengar dari mbak ku, yang tentunya mas imam tidak akan menceritakan kepada emak karena takut membuat beliau sedih.
Kata emak, mungkin itu malaikat yang sengaja Allah kirimkan untuk membantu mas Imam. Kalau tukang becak itu manusia biasa, ingin rasanya aku bertemu juga ku ucapkan jutaan trima kasih untuk keikhlasannya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D