Saat Aku di Tinggalkan

Monday, 27 August 2012

Saat Aku di Tinggalkan


Awal dia datang, perhatian ini tak sepenuhnya untuknya. Kesibukan akan dunia kadang melenakan diri untuk melakukan yang terbaik dalam mengisinya. Fluktuasi iman semakin mempengaruhi hari- hari bahagia dengannya.Kesempatan dan peluang seperti angin lalu saja. Aku menyadari ternyata diri ini masih  harus
tetap banyak belajar untuk memanfaatkan bonus yang Allah berikan.
Allahu Akbar...Allahu Akbar Wa lillahil kham...
Gemuruk takbir memenuhi malam. Semarak mercon dan kembang api ikut mengiringi, semakin menyemarakkan malam takbiran. Semarak Idul Fitri sangat meriah kali ini. Maklum di beberapa lebaran sebelumnya ada perbedaan hari raya di kampung saya. Perbedaau NU, Muhammadiyah dan LDII memang sangat kontras. Tak perlu di cari mana yang betul dan salah, karena bukan itu harapannya. Semua punya dasar tersendiri yang kuat dan punya dalil yang tak terbantahkan. Namun bagaimanapun jika ada kesamaan seperti hari raya kali ini ukhuwah terjalin semakin erat.
Tiba-tiba hati merasa ada kekosongan yang dalam. Mungkinkah ramadhan yang akan datang dapat bersua kembali. Mengisi dengan ibadah prima. Rindu pada ramadhan kembali menyusup, ya saat aku di tinggalkan. Ketika sesuatu di dalamnya tak termanfaatkan dengan baik, tapi ketika berakhir kerinduan yang dalam akan datangnya kembali, tercipta dengan sangat mendalam.
Bulan Ramadhan, bulan penuh amal kebaikan, penuh ampunan dan penuh Ibroh . Layaknya diriku yang ingin selalu belajar, ingin selalu segera datang bulan Ramadhan


No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D