1 Malam 3 Tantangan

Monday, 13 August 2012

1 Malam 3 Tantangan

Hari itu, awal saya di kota gresik.  Musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, mampu meluapkan sungai- sungai besar, termasuk bengawan solo yang melewati beberapa kecematan di gresik. Bisa di pastikan, tanggul sungai tidak bisa menahan luapan air bengawan, dan banjirpun melanda di beberapa daerah gresik.

Sebagai warga baru mendapat amanah untuk bisa ikut bakti sosial di daerah banjir sangat menarik bagiku. Dengar- dengar sih  karena kesukaan saya berpetualanagan naik motor sehingga terpilih jadi tim baksos. Ternyata hobi naik motor berguna juga untuk kemanusiaan, hehehe. Maklum, daerah yang jadi tujuan tergolong zona berbahaya. Selain terletak di pedalamaan, banjir banyak menyebabkan akses jalan terputus, dan kalaupun bisa licin dan rawan kecelakaan. Dan, tenaga akhwat juga sangat dibutuhkan untuk membantu melayani masyarakat dalam hal pengobatan gratis,.
Setelah briefing tentang lokasi yang akan kami tuju, segera kami meluncur ke lokasi. Pada pos satu baksos, pasien telah lama menunggu. Penyakit gatal dan diare banyak menjangkiti warga yang memang ke dua penyakit tergolong penyakit bawaan banjir. Pasien yang berjubel sangat menguras tenaga, dan setelah sholat dhuhur meski pasien banyak yang meminta pelayaan kami tetpa dilanjudkan di situ, namun kami harus ke daerah ke dua, yang katanya lebih parah terkena banjir dan masih jarang bantuan masuk ke sana. Memang benar, ketika kami datang pasien telah antri. Dengan dibantu perangkat desa setempat pengobatan di sana berlangsung tertib. Seperti daerah pertama, pasien pun banyak yang berdatangan meski telah kami tutup karena akan menuju ke daerah yang ketiga. Dan menurut jadwal setelah ashar kita bisa kembali ke gresik, tapi ternyata kondisi daerah yang ke tiga lebih parah dan kami harus meneruskan sampai setelah magrib. 
Dengan berat hati, kami mengakiri setelah adzan magrib berkumandangan. Dokter yang kami import dari Surabaya pun harus kembali karena ada jadwal jaga di Rumah sakit. Untuk pulang kali ini aku harus membonceng ummahat beserta putri tercintanya. Bagiku tak masalah menggonceng orang berapa pun karena di desa aku terbiasa menbonceng emak dan ponakan. 
Tantangan pertama pu dimulai. Ketika saya mengendarai sepeda tiba-tiba di depan kami ada ular besar. Langsung saja kami teriak, dan Ummahat yang saya bonceng kebetulan punya penyakit jantung. Meski begitu perjalanan harus tetap ,. Tak berapa lama, setelah di hadang ular, kita sampai di pemukiman penduduk. Disitulah kecerdasan spasial di uji. Saya yang memang kurang hafal jalan, apalagi jika malam hari semua arah berpindah, berputar entah mana yang utara dan selatan. Malam itu ternyata membuat masalah bagiku. Saya lupa jalan yang kami lalui waktu pagi hari, begitupun ummahat yang saya bonceng. Sehingga kita pun berputar mencari jalan keluar, dalam keputus asaan akhirnya kami berhenti dan berdo’a pada Allah mohon petunjuk. Dan, memang Allah itu dekat kita, tak seberapa lama ada orang yang teriak-teriak kepada kita, yang bertujuan menunjukkan jalan keluar.
Lega rasanya, akhirnya bisa keluar dari desa yang begitu asing bagi kami. Namun ternyata tantangan tak berhenti di situ saja. Ketika kami sampai d jalan raya, yang kami temui jalan macet total. Mobil sama sekali tak dapat berjalan. Sedangkan untuk motor kami harus turun ke pinggir jalan (jalan tanpa aspal). Kondisi lelah dan kejadian –kejadian yang baru kami alami, membuat mengendara kali ini sangat berat. Alahmdulillah dengan pertolongan Allah kami dapat melalui. Bahkan, ketika kami masuk perumahan temapt kami tinggal, ada haru sampai menitikan air mana. Apalgi ummahat dan putrinya tak hentinya bersyukur karena kami dapat melalui tantangan kali ini.
Kenangan di tahun 2008




2 comments:

  1. hemmm.....ternyata berbakat juga jadi wonder women lho.......hehehehe.....

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D