Dari Belatung, Telur Ceplok Hingga Kunci

Tuesday, 19 June 2012

Dari Belatung, Telur Ceplok Hingga Kunci

Jika perpisahan hadir, banyak kisah bersama yang selaluterkenang. Baik itu kegembiraan, lelucon, duka, atau yang kesemua itu terbalut menjadi satu.Kebersamaan dapat mengalahkan batas usia, tempat bahkan masa. Dan, cerita – cerita yang diukir bersama menjadi pemanis hidup hingga tua nantinya.
Seperti malam ini, Rumah ke 2 ( rumah kost) ramai karena kebersamaan kami. Sudah biasa jika 5 penghuni dan sesekali penumpang tetap hadir di rumah ini. Tapi kali ini luar biasa. Tamu tak diundang memenuhi kamar yang kami huni. Kalau tamu itu bidadari pasti kita bersuka ria, kita dapat belajar ilmu kecantikan lewatnya. Tapi beda jika belatung-belatung sebesar jari kelingking anak-anak bergentayangan. Yang ada hanya terriakan- teriakan wanita ditengah malam. Sebenarnya malu juga dengan tetangga. Kost-kostan akhwat namun ribut di tengah malam. Semua tak terpeduli jika salah satu hewan pobia kami menghantui.
Ya, ini teguran langsung dari yang diatas. Makanya seringlah mengecek kondisi tempat tinggal. Karena kita juga tidak tahu dari mana benda itu berasal. Acara sterilisasi dadakan pun dilaksanaakan. Sekali lagi diiringi tawa ketakutan dan tentunya teriakan. Ternyata diantara kami, dan dalam keterpaksaan muncul relawan pembersih belatung. Dan, aku bukan salah satu nominasi itu.hmmm...Menjelang sebelas malam kamar kami kembali rapi.Meski begitu tetap keberanian untuk menghini belum kembali. Turun kayangan, dan menghuni lantai bawah menjadi pilihan.
Ngantuk yang tadi tertahan, telah hilang karena shock terapi belatung gentayangan. Muncul keusilan lain. Ya, kebetulan salah satu penghuni genap 20 tahun. Okey, pas banget ada bahan untuk melampiaskan semuanya kekesalan. Segera berburu peralatan tempur ke dapur. Telur, tepung terigu dan air menjadi adonan lulur yang mantap. Ternyata melancarkaan aksi penyerangan meski lima lawan satu tak semulus rencana. Karena lawan kita telah berubah menjadi raksasa yang mengerikan. Ahhh, permainan saling mengunci seperti anak kecil ditengah malam. Teman, rasanya aku ingin mengatakan ini terlalu malam untuk melakukan semua. Namun, Keasyikan dan tawa ini tak mampu untuk mengungkapkan.
Dan, Engkau tahu teman apa yang terjadi esok harinya?. Kita semua terlelap dalam kengantukan. Untung sholat subuh masih bisa kita jalankan. Kapan- kapan teman, kita ukir lagi kisah yang lebih mengasikan...
Salam sayang untuk kalian semua TEMAN.........>.<

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D