June 2012 aniskhoir.com

Saturday, 30 June 2012

Kejar Setoran



Begadang, di temani mie instan, menjadi life style yang beberapa minggu akrab dengan ku. Hidup yang biasanya teratur sekarang semrawut. Bukan sekedar jadwal harian, baraang pribadi juga entah berantah pada melancong ke mana. Semua tak pada tempatnya. Pribadi yang biasanya selalu menurut aturan, rapi dalam segala keadaan, kacau berantakan gara-gara kejar setoran.
Sepertinya waktu berlari, dan aku tertitah mengejarnya. Tugas akhir ini belum juga kelar. Dan, sekali lagi kejar setoran menjadi pilihan.
..........catatan ditengah malam, dijeda kejar setoran.............:-)

Wednesday, 20 June 2012

Sebuah Jati Diri

Membuka- buka buku harianku awal tahun 2008, hati ini terpaut pada salah satu tulisanku waktu itu. “Akhwatkah Aku”, sebuah judul yang aku pilih kala itu. Sebuah tulisan tentang peneguhan hati untuk memutuskan berhijab yang sesungguhnya. Bukan berarti sebelumnya aku tak berjilbab. Keputusan untuk terus berjilbab telah aku ambil sejak kelas dua SMA. Sebelumnya sih tutup jika sekolah buka jika dirumah. Alhamdulillah hidayah Allah untuk terus melaksanakan perintahnya hadir dihati ini. Begitu juga ada dilema yang luar biasa ketika harus berhijab yang tak biasa. Mengapa aku mengatakan tak biasa?, ketika

Tuesday, 19 June 2012

Dari Belatung, Telur Ceplok Hingga Kunci

Jika perpisahan hadir, banyak kisah bersama yang selaluterkenang. Baik itu kegembiraan, lelucon, duka, atau yang kesemua itu terbalut menjadi satu.Kebersamaan dapat mengalahkan batas usia, tempat bahkan masa. Dan, cerita – cerita yang diukir bersama menjadi pemanis hidup hingga tua nantinya.
Seperti malam ini, Rumah ke 2 ( rumah kost) ramai karena kebersamaan kami. Sudah biasa jika 5 penghuni dan sesekali penumpang tetap hadir di rumah ini. Tapi kali ini luar biasa. Tamu tak diundang memenuhi kamar yang kami huni. Kalau tamu itu bidadari pasti kita bersuka ria, kita dapat belajar ilmu kecantikan lewatnya. Tapi beda jika belatung-belatung sebesar jari kelingking anak-anak bergentayangan. Yang ada hanya terriakan- teriakan wanita ditengah malam. Sebenarnya malu juga dengan tetangga. Kost-kostan akhwat namun ribut di tengah malam. Semua tak terpeduli jika salah satu hewan pobia kami menghantui.