Dalam Episode Penantian

Thursday, 19 April 2012

Dalam Episode Penantian


............
Namun pernikahan begitu Indah ku dengar
Membuat ku ingin segera melaksanakan
Namun bila ku lihat aral merintang Tuhan
Hatiku selalu maju mundur dibuatkan
Akhirnya aku segera tersadar
Hanyalah Kepada Allah tempat aku bersandar
........( Galau-Suara Persaudaraan)

Saudariku, kala panggilan hati untuk menyempurnakan separuh dien datang, rasa galau akan menemani detik-detik hari. Memang, masalah jodoh itu unik dan penuh rahasia. Ada yang sekali ta'aruf langsung ke pelaminan, ada yang awalnya teman biasa kemudian menjadi pasangan, tapi ada juga yang berkali-kali ta'aruf atau bahkan (na'udzubillah) bertahun-tahun pacaran, belum juga ke gerbang pernikahan.

Bagi yang telah menyatakan siap untuk menikah, diiringi dengan usia yang telah matang, masalah Jodoh merupakan ujian yang sangat berat. Dan, kerinduannya yang sangat akan pernikahan, tak jarang banyak yang menggadaikan aqidah untuk dapat segera menikah.
Berkhusnudzon pada Allah terhadap ketentuanNya, salah satu cara untuk selalu berpikir positif untuk menyikapinya. Ada sebuah kisah yang dapat kita ambil pelajaran. Mbak Ina, begitu biasa dipanggil menjadi tulang punggung dikeluarganya. Usianya yang telah menginjak kepala tiga, bukan saja menjadi kegalauan bagi dirinya sendiri, tapi juga keluarganya. Apalagi didesa, yang masih memandang sebelah mata wanita yang belum menikah diusia yang telah senja. Perawan tua menjadi julukan yang kadang memekakan telinga. Hingga ketika adik-adiknya telah matang untuk bisa hidup mandiri, tanggung jawabnya sebagai nahkoda keluaga telah diambil alih adik-adiknya. Mbak Ina dipertemukan dengan seoranng suami yang sangat sholeh. Laki-laki tersebut merupakan wali muridnya di taman Kanak-Kanak yang istrinya meninggal karena sakit.
Begitulah, Allah secara apik telah mengatur kisah hidup hambaNya, dengan sempurna. Dengan usia ketika menikah telah diatas rata-rata wanita lainnya, kemudian Allah menghadiahkan, keluarga lengkap dengan putri yang juga sangat mencintainya.
Saudariku, selayaknya kita mengambil hikmah dari apa yang Allah tentukan untuk kita. Boleh jadi sesuatu yang amat kita benci tapi sesungguhnya itu yang terbaik untuk kita. Begitu juga dengan masalah jodoh kita. Dari salah satu bukunya Mas Udik Abdillah, disampaikan ada beberapa hal yang dapat dilakukan ketika dalam masa penantian.
  1. Memaknai Kesendirian
Kadang kita menggurutu karena belum memiliki sesuatu. Misalkan saja, seandainya mempunyai suami pasti ada teman curhat, ada yang mengantar ketika halaqoh, dan lain sebagainya. Kita sering tersilap dalam penafsiran hidup ini, kalau memiliki ini atau itu akan lebih bahagia. Padahal secara bersamaan ketika mendapatkan sesuatu secara pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung. Mengurus keluarga misalnya, kita harus masak, cuci baju dan pekerjaan lainnya, tentunya dengan porsi yang lebih banyak. Dan kadang untuk baju kita sendiri saja, menumpuk beberapa minggu. Betapa beratnya jika hal itu kita lakukan. Mungkin Allah merasa kita belum tepat untuk menikah, sehingga Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang tepat, ditempat yang tepat, dan diwaktu yang tepat.
Dan, jadikan kesendirian ini juga sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Allah.
  1. Tetaplah Berbenah Diri
Tidak jarang fenomena futhur setelah menikah kita jumpai. Sebelum menikah, akhwat tersebut pakaiannya rapi tapi setelah menikah pakainnya asal-asalan. Jilbab lebar dan dekker kini telah menjadi aksesoris yang dijauhi. Sesungguhnya, setelah mendapatkan pasangan tak sepantasnya menyepelakan apa yang sebenarnya tetap harus dijaga. Untuk itulah masa penantian ini alangkah baiknya kita jadikan sebagai ajang untuk mematangkan persiapan diri. Sebab tidak menutup kemungkinan, Allah sengaja memperlambat jodoh kita agar kita berbenah dan mantap membina keluarga yang berkualitas dan islami.
  1. Rawatlah Pesona Pribadi
Saudariku, tingkatkan terus kualitas kepribadian sebagai bekal dalam mengayuh rumah tangga. Sebab peran kepribadian ini hampir meliputi sisi kehidupan rumah tangga. Tanpa pribadi yang baik, rumah tangga akan cepat usang, apalagi muncul seribu satu problematika rumah tangga. Disinilah peran kepribadian sangat menentukan. Sungguh pribadi yang baik akan mengantarkan kepada kehidupan rumah tangga yang harmonis dan serasi.
Saudariku yang dirahmati Allah, tetaplah semangat dan hargailah dirimu sendiri. Tanamkan kah selalu dalam pikiranmu, walaupun sampai saat ini kamu belum mendapatkan menikah, ini bukan berarti kehidupan kamu telah berakhir. Peluang kamu untuk mendapatkan jodoh dari Allah tetap besar, maka rawatlah diri dan kepribadianmu, serta selalu tawakal kepada Allah. Oleh karena itu, besarkan lah hatimu dan tersenyumlah agar engkau tetap kelihatan manis serta hilang ras sedihmu..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan JEJAK di Rumah ku ini :D